Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mitos Tembok Besar China Bisa Dilihat dari Luar Angkasa Dibantah Astronaut

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
19 Okt 2025
243 dibaca
2 menit
Mitos Tembok Besar China Bisa Dilihat dari Luar Angkasa Dibantah Astronaut

Rangkuman 15 Detik

Tembok Besar China tidak dapat terlihat dari luar angkasa meskipun panjangnya lebih dari 21 ribu kilometer.
Struktur yang bisa terlihat dari luar angkasa harus memiliki kontras, bentuk, dan ukuran yang mencolok.
Bangunan modern dan situs kuno tertentu, seperti Palm Jumeirah dan Piramida Giza, dapat dikenali dari orbit Bumi.
Selama ini banyak orang percaya bahwa Tembok Besar China merupakan satu-satunya bangunan buatan manusia yang bisa dilihat dari luar angkasa. Namun, pendapat ini ternyata salah menurut Chris Hadfield, mantan komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Ia menjelaskan bahwa tembok tersebut sulit terlihat karena bentuknya yang sempit dan warnanya yang menyatu dengan lingkungan alam di sekitarnya. Meski begitu, beberapa bangunan lain mampu terlihat dari orbit Bumi, seperti Palm Jumeirah, sebuah pulau buatan di Dubai yang berbentuk seperti pohon palem. Dengan desain unik dan skala besar, pulau ini bisa dikenali dari jarak sekitar 400 kilometer oleh para astronaut di ISS, apalagi dengan bantuan lensa telefoto yang kuat. Bendungan Tiga Ngarai di China juga merupakan struktur yang cukup masif, dengan panjang lebih dari dua kilometer dan tinggi 185 meter, sehingga mudah diamati dari luar angkasa. Selain bangunan modern, Piramida Giza di Mesir juga disebut-sebut bisa dikenali dari orbit, walau pengamatannya bergantung pada kondisi pencahayaan dan cuaca. Selain itu, tambang terbuka Bingham Canyon di Amerika Serikat memiliki ukuran sangat besar dengan kontras warna yang jelas terhadap lingkungan, membuatnya terlihat tanpa alat bantu khusus dari luar angkasa. Objek-objek ini menunjukkan bahwa bukan hanya ukuran, tapi faktor bentuk dan warna yang membuat suatu bangunan bisa terdeteksi dari ISS. Klaim populer tentang Tembok Besar China sebagai objek yang terlihat dari luar angkasa kemungkinan muncul karena panjangnya yang sangat besar, lebih dari 21 ribu kilometer. Namun, fakta sebenarnya memperlihatkan bahwa ukuran panjang saja tidak cukup, sehingga mitos ini akhirnya dikoreksi berdasarkan pengalaman langsung astronaut yang telah melihat Bumi dari luar angkasa.

Analisis Ahli

Chris Hadfield
Tembok Besar China terlalu sempit dan warna serta konturnya menyatu dengan lingkungan sekitar sehingga sulit terlihat dari ISS, faktor penting dalam visibilitas dari orbit.