Fenomena Meteor Besar Jatuh di Cirebon dan Meteorit Terkenal Dunia
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Okt 2025
91 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meteor yang jatuh di Cirebon tidak berbahaya dan hanya menimbulkan gelombang besar.
Ada berbagai jenis meteorit yang memiliki sejarah dan keunikan masing-masing.
Penelitian tentang meteorit memberikan wawasan penting tentang asal usul tata surya dan kehidupan.
Pada 5 Oktober malam, masyarakat di wilayah Cirebon, Indonesia, dihebohkan dengan jatuhnya meteor besar di Laut Jawa yang menghasilkan gelombang besar. Peneliti dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa meskipun ukurannya besar, meteor ini tidak berbahaya dan dampaknya hanya terbatas di sekitar lokasi jatuh.
Dalam dunia astronomi, terdapat tiga istilah penting yang perlu diketahui terkait benda langit berupa batu luar angkasa, yaitu meteoroid, meteor, dan meteorit. Meteoroid adalah batu luar angkasa saat masih berada di antariksa. Ketika memasuki atmosfer dan terbakar, meteoroid disebut meteor atau sering juga disebut bintang jatuh. Jika sisa meteoroid tersebut jatuh ke permukaan Bumi, maka disebut meteorit.
Beberapa meteorit terkenal di dunia yang pernah jatuh ke Bumi memiliki keunikan dan signifikansi ilmiah maupun budaya. Contohnya adalah Meteorit Hoba di Namibia, meteorit terbesar dengan berat 66 ton, dan meteorit Chelyabinsk yang meledak di atmosfer Rusia pada 2013, menyebabkan kerusakan dan sejumlah orang terluka.
Selain itu, ada meteorit seperti Fukang yang sering disebut permata luar angkasa karena keindahan kristal olivin yang dimilikinya, serta meteorit Murchison di Australia yang kaya akan senyawa organik dan memberikan wawasan penting tentang asal-usul kehidupan. Meteorit Allende di Meksiko juga terkenal karena mengandung material yang berusia sekitar 4,6 miliar tahun.
Beragam meteorit ini memberikan kontribusi besar dalam ilmu pengetahuan terutama terkait sejarah tata surya dan kemungkinan asal usul kehidupan di Bumi. Peristiwa seperti meteor yang jatuh di Cirebon menjadi pengingat bahwa hujan meteor dan jatuhnya benda langit masih menjadi fenomena menarik untuk diamati dan dipelajari.
Analisis Ahli
Thomas Djamaluddin
Menyampaikan bahwa meteor yang jatuh di Laut Jawa cukup besar namun tidak berbahaya dan hanya menyebabkan gelombang lokal yang terbatas.

