Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of England Batasi Stablecoin, Industri Crypto Inggris Khawatir

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (6mo ago) cryptocurrency (6mo ago)
17 Okt 2025
121 dibaca
2 menit
Bank of England Batasi Stablecoin, Industri Crypto Inggris Khawatir

Rangkuman 15 Detik

Proposal Bank of England untuk membatasi kepemilikan stablecoin mendapat kritik dari berbagai pihak.
Batasan yang diusulkan dapat membuat Inggris kurang kompetitif dalam industri crypto global.
Industri crypto berharap regulasi yang tepat dapat memperkuat posisi Inggris sebagai pusat keuangan internasional.
Bank of England mengusulkan aturan baru yang membatasi jumlah stablecoin yang dapat dimiliki oleh individu dan bisnis di Inggris. Individu hanya dapat memegang antara £10.000 dan £20.000, sementara bisnis dibatasi hingga Rp 167.00 miliar ($10 juta) . Usulan ini dibuat karena kekhawatiran stablecoin dapat menguras simpanan bank dan melemahkan sistem keuangan. Beberapa tokoh penting, seperti Lord Ed Vaizey, mengkritik rencana ini di Parlemen Inggris, menilai bahwa pembatasan tersebut dapat merusak citra Inggris sebagai tempat yang ramah bagi bisnis crypto. Vaizey juga meminta Bank of England untuk lebih transparan dengan data dan model yang mendasari kebijakan tersebut. Pelaku industri crypto dan beberapa perusahaan menyatakan bahwa pembatasan ini akan sulit diterapkan dan bisa membuat Inggris kalah bersaing dengan wilayah lain seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang belum membuat aturan serupa. Mereka melihat kebijakan ini sebagai hambatan perkembangan teknologi keuangan yang potensial. Pihak Bank of England tetap memperjuangkan usulan ini dan mengatakan pembatasan dimaksudkan untuk menjaga akses kredit dari ekonomi nyata tetap stabil, serta memungkinkan sistem keuangan menyesuaikan diri dengan uang digital secara bertahap. Mereka juga mengindikasikan ada kemungkinan pengecualian untuk bisnis besar dan akan meninjau kembali batas tersebut di masa depan. Sementara itu, grup legislatif dan regulator Inggris sedang berupaya menghidupkan kembali diskusi tentang regulasi crypto yang lebih terstruktur. Para pelaku industri berharap kerangka regulasi yang tepat bisa membuka peluang besar untuk inovasi dan posisi Inggris sebagai pusat keuangan global yang kompetitif.

Analisis Ahli

Lord Ed Vaizey
Menekankan pentingnya transparansi dalam justifikasi pembatasan dan mempertanyakan dampak negatifnya terhadap bisnis crypto UK.
Sarah Breeden
Fokus pada stabilitas finansial jangka panjang dan mengatakan pembatasan mungkin dihapus setelah sistem menyesuaikan diri dengan digital money.
Ben Lee
Mengkritik kebijakan ini sebagai bentuk permusuhan terhadap inovasi crypto dan menguntungkan bank konvensional.