Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bank of England dan Perdebatan Panas tentang Masa Depan Uang Digital di Inggris

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
banking-and-financial-services (5mo ago) banking-and-financial-services (5mo ago)
08 Okt 2025
231 dibaca
2 menit
Bank of England dan Perdebatan Panas tentang Masa Depan Uang Digital di Inggris

Rangkuman 15 Detik

Bank of England tengah mengeksplorasi berbagai bentuk uang digital, termasuk CBDC dan stablecoin.
Ada kekhawatiran bahwa ketidakpastian dalam mengembangkan digital pound dapat memperkuat alternatif swasta.
Tokenized deposits dapat menawarkan solusi yang lebih stabil dan terintegrasi dalam ekosistem keuangan digital.
Bank of England telah aktif meneliti berbagai bentuk uang digital sejak tahun 2014, terutama mengenai stabilcoin dan mata uang digital bank sentral (CBDC). Awalnya, mereka khawatir tentang risiko inflasi dari mata uang digital yang diterbitkan oleh pihak swasta tanpa pengawasan yang cukup. Namun, seiring perkembangan teknologi dan adopsi stablecoin yang semakin luas, perdebatan tentang kebijakan moneter digital semakin intens. Pihak Bank of England mendiskusikan berbagai risiko dan manfaat uang digital. Beberapa pihak melihat CBDC sebagai alat penting untuk mengurangi dominasi stablecoin yang tidak diatur, sementara lain ada yang skeptis terhadap perubahan sistem moneter tradisional. Bank ini juga mempertimbangkan batas kepemilikan stablecoin sebesar £20,000 untuk individu dan £10 juta untuk bisnis, walau rupanya ada pertimbangan untuk melonggarkan aturan bagi bisnis tertentu. Gubernur Bank of England, Andrew Bailey, menegaskan bahwa stablecoin bukanlah ancaman jika diatur dengan baik dan dapat mendorong inovasi dalam sistem pembayaran, termasuk transaksi lintas negara. Selain stablecoin dan CBDC, ada konsep tokenized deposits, yang merupakan cara memperpanjang prinsip perbankan tradisional ke ranah digital. Tokenized deposits dianggap menguntungkan karena tidak mengurangi uang yang ada di sistem perbankan dan berpotensi memperkuat ketersediaan kredit. Di sisi lain, laporan dari House of Lords pada tahun 2022 menyatakan bahwa CBDC ritel membawa tantangan yang besar dan mungkin dampaknya lebih banyak daripada manfaatnya. Namun, CBDC untuk transaksi antarbank (wholesale) dipandang lebih masuk akal dan berguna. Dengan latar belakang tersebut, Bank of England terus fokus pada riset interoperabilitas untuk memastikan semua bentuk uang digital dapat digunakan bersama dalam ekosistem pembayaran masa depan. Kesimpulannya, Bank of England sedang mempersiapkan sebuah sistem pembayaran digital yang beragam di mana stablecoin, CBDC, dan tokenized deposits dapat eksis berdampingan. Kebijakan yang diterapkan nantinya akan mencoba menyeimbangkan inovasi teknologi sekaligus menjaga stabilitas keuangan dan kepercayaan publik terhadap sistem moneter Inggris.

Analisis Ahli

Andrew Bailey
Mendukung regulasi yang berimbang yang menerima potensi inovasi dari stablecoin sambil menjaga kepercayaan publik melalui pengawasan ketat.
Ben Broadbent
Melihat CBDC sebagai solusi untuk memperbaiki sistem pembayaran dan akses ke uang bank sentral, lebih mengutamakan teknologi dan efisiensi.