Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Menghidupkan Kembali Burung Purba Moa di Selandia Baru dengan Teknologi Genom

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (5mo ago) climate-and-environment (5mo ago)
17 Okt 2025
252 dibaca
2 menit
Menghidupkan Kembali Burung Purba Moa di Selandia Baru dengan Teknologi Genom

Rangkuman 15 Detik

Proyek de-extinction Moa merupakan usaha ambisius untuk menghidupkan kembali spesies yang telah punah.
Kolaborasi antara Colossal Biosciences, Sir Peter Jackson, dan Ngai Tahu menunjukkan pentingnya kerja sama dalam pelestarian spesies.
Tantangan dalam proyek ini mencakup rekayasa genetik dan inkubasi telur yang lebih besar dari ukuran telur Emu.
Colossal Biosciences berencana untuk menghidupkan kembali burung purba bernama Moa yang sudah punah sekitar 600 tahun lalu. Burung ini dulu hidup di Selandia Baru dan dikenal dengan ukuran besar, mencapai tinggi 3,8 meter serta berat lebih dari 225 kilogram. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan spesies yang terancam dan menjaga keanekaragaman hayati di masa depan. Sir Peter Jackson, sutradara terkenal yang dikenal lewat film Lord of the Rings, berperan sebagai investor dan turut membantu dalam proyek ini. Kolaborasi ini melibatkan Pusat Penelitian Ngai Tahu, yang mewakili suku Maori di Selandia Baru, serta Universitas Cantenbury di Christchurch sebagai pusat penelitian. Tim ilmuwan berencana mengurutkan dan merekonstruksi genom dari sembilan spesies Moa yang berbeda. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan data genom dari kerabat burung Moa yang masih hidup, yaitu Emu dan Tinamou. Langkah ini sangat penting untuk membuat burung pengganti yang secara genetik mirip dengan Moa. Proses pengembangbiakkan burung pengganti akan menggunakan prekursor sperma dan sel telur dari kerabat Moa. Namun, tantangannya adalah ukuran telur asli Moa jauh lebih besar dibandingkan telur Emu dan ini membuat inkubasi menjadi sulit. Tim sedang mencari berbagai strategi inkubasi buatan untuk mengatasi hal ini. Meskipun proyek ini menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa menghidupkan kembali Moa sangat kompleks karena jarak evolusinya yang besar dengan kerabat terdekatnya, berbeda dengan upaya menghidupkan kembali serigala yang masih memiliki kerabat dekat. Keberhasilan proyek ini bisa membuka jalan baru dalam konservasi, namun juga menghadirkan tantangan ekologis dan etika.

Analisis Ahli

Beth Shapiro
Serangkaian tantangan teknis dan ekologis harus diatasi untuk memastikan bahwa de-extinction adalah langkah yang bertanggung jawab dan tidak menimbulkan kerusakan ekosistem baru.
George Church
Dengan pendekatan genomik dan rekayasa sel, menghidupkan kembali spesies purba adalah kemungkinan yang realistis, namun membutuhkan kolaborasi multidisiplin dan dukungan jangka panjang.