Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Proyek De-Ekstingsi Moa: Menghidupkan Kembali Raksasa Terbang dari Masa Lalu

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (8mo ago) climate-and-environment (8mo ago)
09 Jul 2025
167 dibaca
2 menit
Proyek De-Ekstingsi Moa: Menghidupkan Kembali Raksasa Terbang dari Masa Lalu

Rangkuman 15 Detik

Proyek pemulihan moa oleh Colossal Biosciences menyoroti kemajuan dalam teknologi de-extinction.
Kolaborasi dengan kelompok pribumi dan ilmuwan sangat penting dalam proyek ini.
Kritik terhadap de-extinction menunjukkan tantangan dalam menciptakan kembali spesies yang kompleks.
Colossal Biosciences sedang melakukan proyek ambisius untuk menghidupkan kembali burung moa yang telah punah di Selandia Baru sejak 600 tahun lalu. Burung ini dikenal sebagai makhluk raksasa yang lebih besar daripada burung terbesar saat ini, tanaman besar dengan tinggi mencapai 3,5 meter dan berat sekitar 230 kilogram. Untuk menghidupkan kembali moa, Colossal menggunakan teknologi pengeditan genetik pada kerabat terdekat burung moa, seperti tinamous dan emu. Mereka bekerja sama dengan pusat penelitian dan kelompok adat Selandia Baru untuk mengurutkan genom moa dari tulang yang tersimpan di koleksi museum. Proyek ini menghadapi berbagai tantangan, terutama karena perkembangan embrio burung berbeda dari mamalia sehingga teknik transfer embrio perlu disesuaikan. Kolaborasi dengan para ahli untuk mengatasi hambatan ini sangat penting untuk keberhasilan proyek. Meskipun proyek ini menarik perhatian dan mendapat dukungan dari tokoh ternama seperti Peter Jackson, banyak ilmuwan meragukan manfaat de-ekstingsi. Mereka mengingatkan bahwa mengembalikan bentuk fisik saja tidak cukup karena perilaku asli dan peran ekologis spesies asli tidak bisa dipastikan kembali. Colossal juga telah melakukan eksperimen serupa dalam proyek lain dengan serigala purba, namun mendapat kritik karena hasilnya dianggap hibrida yang hanya menyerupai spesies asli. Debat tentang etika dan efektivitas de-ekstingsi masih berlangsung dalam dunia ilmiah.

Analisis Ahli

Beth Shapiro
Proses penggabungan DNA spesies punah dengan kerabat terdekat dapat membuka pengetahuan baru tentang evolusi dan genetika, walaupun tantangan teknis embryo burung berbeda jauh dari mamalia.
Peter Jackson
Proyek ini adalah perpaduan antara cinta terhadap alam dan teknologi untuk mengembalikan warisan sejarah Selandia Baru, dengan harapan dapat menginspirasi konservasi masa depan.