TLDR
Bitcoin telah gagal berfungsi sebagai aset aman di tengah ketegangan global. Perusahaan-perusahaan besar di industri cryptocurrency berupaya untuk mendapatkan lisensi perbankan untuk meningkatkan legitimasi. Ketegangan perdagangan AS-China memiliki dampak signifikan terhadap pasar aset digital. Pasar aset digital baru-baru ini mengalami kejatuhan tajam setelah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China meningkat. Kejadian ini memicu likuidasi besar-besaran yang menyebabkan nilai bitcoin dan token lainnya jatuh drastis dalam waktu singkat.Bitcoin, yang dulu dianggap sebagai aset pelindung nilai atau 'emas digital', gagal mempertahankan reputasinya setelah turun bersama pasar saham global dan aset kredit. Pada awal Oktober, harga bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi di US$126.251, namun dalam beberapa hari turun ke sekitar US$109.000.Penurunan ini tidak hanya berdampak pada bitcoin, tetapi juga hampir semua token utama di pasar kripto. Ini menjadi sinyal bahwa ketegangan geopolitik, khususnya antara AS dan China, sangat mempengaruhi kepercayaan investor terhadap aset digital.Meskipun pasar masih bergolak, beberapa perusahaan kripto besar seperti Kraken, Circle, BitGo, dan Ripple berusaha mengatasi tantangan ini dengan mengejar lisensi perbankan dan memperkuat infrastruktur keuangan yang lebih regulasi dan terpercaya.Para analis melihat langkah ini sebagai bentuk perlindungan strategis terhadap volatilitas pasar serta upaya untuk membangun legitimasi kripto di mata regulator dan masyarakat luas. Namun, risiko dari ketegangan AS-China masih menjadi bayang-bayang yang membatasi pemulihan pasar kripto dalam waktu dekat.