Pasar Crypto Pulih Setelah Trump Redakan Ketegangan Perdagangan AS-China
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Okt 2025
225 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pernyataan diplomatik Donald Trump dapat membantu menstabilkan pasar cryptocurrency yang volatile.
Peningkatan likuidasi menunjukkan kerentanan struktural di pasar crypto terkait dengan penggunaan leverage dan likuiditas.
Ketegangan perdagangan antara AS dan China dapat memiliki dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi global.
Pasar cryptocurrency mengalami guncangan tajam pada akhir pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif sebesar 100% pada impor dari China. Pengumuman ini memicu penurunan besar-besaran di pasar keuangan global dan menyebabkan penjualan paksa dalam aset kripto seperti Bitcoin dan Ether. Sebagai contoh, Bitcoin sempat turun di bawah 110.000 dolar AS, sedangkan Ether mengalami penurunan lebih dari 20% dalam hitungan jam.
Penurunan harga ini memicu efek domino karena banyak trader menggunakan leverage sehingga mengalami likuidasi massal. Total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari 19,3 miliar dolar AS, dengan beberapa laporan menyebutkan angka sebenarnya bisa mencapai 30 miliar dolar AS akibat keterbatasan dalam pelaporan likuidasi setiap detik oleh beberapa bursa besar. Indeks Ketakutan dan Keserakahan di pasar kripto turun drastis dari 64 ke 27, yang menunjukkan perubahan besar dari sentimen serakah menjadi ketakutan dalam waktu singkat.
Namun, sentimen pasar mulai membaik setelah Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance mengeluarkan pernyataan yang lebih lunak dan menunjukkan niat untuk mencari kesepakatan dagang dengan China. Trump menyebut Presiden Xi Jinping sebagai sosok yang sangat dihormati dan menyatakan bahwa AS ingin membantu, bukan menyakiti China, walaupun ketegangan dagang belum sepenuhnya reda.
Analis pasar mencatat bahwa masalah utama bukan hanya tarif itu sendiri, melainkan potensi balasan agresif dari China yang bisa memicu perang dagang penuh antara dua negara ekonomi terbesar di dunia. Perang dagang tersebut dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global secara signifikan dan menciptakan tekanan di berbagai kelas aset, termasuk pasar kripto yang sudah rentan karena leverage tinggi dan likuiditas yang terbatas.
Sementara itu, pola perdagangan mulai menunjukkan perpindahan investor menuju aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah AS. Meski terjadi rebound, volatilitas pasar kripto tetap tinggi, dan para trader masih waspada terhadap kemungkinan terjadinya guncangan lanjutan jika ketegangan perdagangan kembali meningkat.
Analisis Ahli
Greg Magadini
Risiko sebenarnya bukan dari tarif itu sendiri, melainkan apakah China akan merespons dengan tindakan balasan yang agresif, yang dapat menciptakan hambatan besar bagi pertumbuhan ekonomi global.