Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Skema Penipuan Kripto Senilai Rp11,6 Miliar Melibatkan Jawed Habib dan Keluarganya

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
17 Okt 2025
145 dibaca
2 menit
Skema Penipuan Kripto Senilai Rp11,6 Miliar Melibatkan Jawed Habib dan Keluarganya

Rangkuman 15 Detik

Jawed Habib dan putranya dituduh terlibat dalam skema penipuan cryptocurrency bernilai tinggi.
Penipuan ini menarik banyak investor dengan janji pengembalian besar dari investasi cryptocurrency.
Kasus ini mencerminkan tren yang lebih luas dari penipuan cryptocurrency yang meningkat di India.
Hairstylist terkenal India, Jawed Habib, beserta putranya, terlibat dalam sebuah skema investasi palsu bernilai sekitar 800.000 dolar yang menimpa ratusan investor. Mereka diduga menggunakan status selebriti untuk membangun kepercayaan dan menjanjikan keuntungan tinggi dari investasi cryptocurrency. Perusahaan utama dalam skema tersebut adalah Follicle Global Company (FLC), yang diduga beroperasi sebagai bisnis keluarga. Skema ini menjanjikan keuntungan tahunan sangat tinggi, antara 50% hingga 75%, yang diklaim berasal dari investasi pada Bitcoin dan Binance Token (BNB). Polisi India telah melakukan penggeledahan di kediaman Jawed Habib namun tidak berhasil menemukan yang bersangkutan. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 30 laporan polisi yang dibuat terkait kasus ini, dan dilakukan pengawasan ketat agar tersangka tidak melarikan diri dari India. Kasus ini menjadi bagian dari tren meningkatnya kejahatan cryptocurrency di India, termasuk kasus-kasus besar seperti peretasan WazirX yang menyebabkan kerugian ratusan juta dolar dan penangkapan pelaku skema penipuan Bitcoin sebelumnya yang berakhir dengan hukuman berat. Ke depan, kasus ini memperingatkan masyarakat agar lebih hati-hati dalam berinvestasi terutama di bidang cryptocurrency yang masih rawan penipuan. Penegakan hukum yang tegas dan edukasi bagi investor dianggap penting untuk mencegah kerugian lebih besar di masa mendatang.

Analisis Ahli

Dr. Prakash Mehta (pakar kriptografi dan keamanan digital)
Kasus ini memperlihatkan kelemahan dalam mekanisme pengawasan investasi crypto di India yang memungkinkan pelaku penipuan menggunakan nama besar untuk mengelabui investor. Penguatan regulasi dan edukasi investor harus menjadi prioritas untuk mencegah kerugian yang lebih luas.