Sengketa Tether dan Riverstone: Perdebatan soal Pembekuan Stablecoin USDT
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Okt 2025
84 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pembekuan aset kripto dapat memicu sengketa hukum dan masalah prosedural.
Kerjasama antara penerbit stablecoin dan penegak hukum penting namun harus dilakukan dengan hati-hati.
Analisis forensik kripto dapat mengungkapkan keterlibatan dalam skandal atau penipuan.
Pada bulan April, Tether membekukan sejumlah besar USDT senilai 44,72 juta dolar atas permintaan polisi Bulgaria. Tether adalah penerbit stablecoin terbesar dunia dengan aset yang beredar mencapai lebih dari 180 miliar dolar. Pembekuan aset ini menjadi kontroversial karena dilakukan secara cepat tanpa prosedur yang disetujui oleh pihak Riverstone Consultancy, perusahaan pemilik dompet kripto itu.
Riverstone Consultancy, sebuah perusahaan yang berbasis di Houston, Texas, menggugat Tether dan menuduh perusahaan itu membekukan dana secara tidak sah dan tanpa mengikuti prosedur hukum internasional yang semestinya. Mereka mengklaim pembekuan tersebut menyebabkan mereka kehilangan peluang investasi dan menimbulkan kerugian finansial.
Permasalahan ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi oleh penerbit stablecoin dalam mematuhi permintaan penegak hukum di tengah karakteristik transaksi kripto yang hampir instan dan tidak bisa dibatalkan. Bila pembekuan lambat, uang bisa hilang ke tangan pelaku kejahatan, namun jika terlalu cepat, bisa menyebabkan kerugian bagi pemilik yang sah.
Para ahli dan analisis rantai blok menyebutkan bahwa dana yang dibekukan tersebut kemungkinan terkait dengan sejumlah skema investasi palsu yang bermasalah, sehingga pembekuan dianggap perlu demi pencegahan kejahatan. Namun, kontroversi tetap muncul karena proses hukum yang tidak diikuti secara benar dan komunikasi yang buruk antara pihak pengadu dan penegak hukum.
Sengketa hukum ini menyoroti kebutuhan akan regulasi lebih jelas dan kerjasama yang baik antara penerbit stablecoin, penegak hukum, dan pemilik aset agar dapat memastikan keamanan finansial tanpa mengorbankan keadilan dan hak milik yang sah.
Analisis Ahli
ZachXBT
Menyoroti bahwa dana yang dibekukan terkait dengan skema investasi ponzi dan sering dipindahkan antar blockchain, sehingga pembekuan wajar tetapi harus berdasarkan prosedur yang benar.