AI summary
Humayun Sheikh berencana mendanai gugatan class action setelah Ocean Protocol menarik diri dari aliansi. Penarikan ini berdampak negatif pada harga FET dan kepercayaan pemegang token. Ocean Protocol menghadapi tantangan dalam mempertahankan nilai dan dukungan dari komunitas. Ocean Protocol secara tiba-tiba memutuskan keluar dari Artificial Superintelligence Alliance (ASI), sebuah kolaborasi terdesentralisasi yang dibentuk bersama Fetch.ai dan SingularityNET. Keputusan ini menimbulkan kepanikan di komunitas penggemar dan pengguna token FET dan OCEAN.Humayun Sheikh, CEO Fetch.ai, mengumumkan niatnya mendanai aksi gugatan perdata kelas untuk para pemegang FET yang mengalami kerugian akibat penurunan harga token pasca keluarnya Ocean Protocol. Ia juga akan membuat kanal khusus untuk pengajuan klaim.Harga token FET anjlok hampir 10% dalam waktu 24 jam menjadi sekitar 0,2954 dolar AS, sementara token OCEAN juga mengalami penurunan drastis dari puncaknya di atas 1,00 dolar AS menjadi sekitar 0,2625 dolar AS saat ini.Binance menyatakan akan menghentikan dukungan untuk deposit token Ocean Protocol lewat jaringan Ethereum mulai 20 Oktober 2024, yang berisiko membuat pengguna kehilangan aset jika tidak waspada. Langkah ini diperparah dengan penarikan perwakilan Ocean dari aliansi ASI.Situasi ini memperlihatkan ketegangan dan perbedaan visi di antara anggota aliansi, terutama soal masa depan AI dan tokenisasi data, sehingga menjadi momentum penting untuk memperjelas tata kelola dan perlindungan investor di sektor AI blockchain.
Penarikan Ocean Protocol menandai krisis besar dalam kolaborasi proyek AI terdesentralisasi yang selama ini dianggap revolusioner. Aksi hukum oleh CEO Fetch.ai bisa jadi peringatan bagi anggota aliansi agar memperjelas aturan main dan memastikan transparansi serta akuntabilitas agar kepercayaan investor tidak semakin terkikis.