Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fetch.ai dan Ocean Protocol Hampir Akhiri Sengketa Token Rp 2.00 triliun ($120 Juta)

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (5mo ago) cryptocurrency (5mo ago)
24 Okt 2025
30 dibaca
2 menit
Fetch.ai dan Ocean Protocol Hampir Akhiri Sengketa Token Rp 2.00 triliun ($120 Juta)

Rangkuman 15 Detik

Sengketa antara Fetch.ai dan Ocean Protocol berpotensi diakhiri dengan penyelesaian yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Pengembalian 286 juta token FET dapat membantu memulihkan kepercayaan komunitas dan mencegah litigasi yang berkepanjangan.
Sengketa ini menggarisbawahi tantangan dalam pemerintahan terdesentralisasi pada proyek blockchain besar.
Perselisihan antara Fetch.ai dan Ocean Protocol Foundation telah berlangsung selama berminggu-minggu terkait transfer token dengan nilai sekitar 120 juta dolar AS. Fetch.ai menuduh Ocean Protocol melakukan konversi token OCEAN menjadi token FET secara tidak sah dan kemudian menjual sebagian besar token tersebut di bursa, yang menimbulkan kerugian besar bagi komunitas Fetch.ai. CEO Fetch.ai, Humayun Sheikh, mengumumkan bahwa perusahaannya akan mencabut semua tuntutan hukum jika Ocean Protocol setuju untuk mengembalikan 286 juta token FET yang menjadi pusat perselisihan tersebut. Ocean Protocol sendiri menyatakan bersedia mengembalikan token tersebut setelah menerima proposal tertulis resmi. Perselisihan ini berakar pada tuduhan Fetch.ai bahwa Ocean Protocol mencetak token OCEAN tambahan sebelum merger dalam aliansi Artificial Superintelligence (ASI) dan kemudian mengonversinya tanpa pemberitahuan yang layak, yang bertentangan dengan prinsip tata kelola aliansi. Hal ini juga menyebabkan harga token FET anjlok lebih dari 90% dari puncaknya di tahun 2024. Fetch.ai bahkan menawarkan hadiah sebesar 250.000 dolar AS untuk informasi tentang siapa saja yang menandatangani dompet multisignature OceanDAO dan mengancam akan menggalang tuntutan hukum bersama di berbagai yurisdiksi. Namun, Ocean Protocol membantah semua tuduhan dan menekankan bahwa pengelolaan dan penggunaan token dilakukan secara transparan sesuai kebijakan mereka. Dengan kemajuan saat ini dan kesiapan Ocean Protocol untuk mengembalikan token, ada harapan bahwa penyelesaian akan tercapai dalam waktu dekat. Penyelesaian ini bisa menghentikan ketegangan yang telah mengguncang pasar dan memungkinkan kedua proyek untuk fokus membangun teknologi AI dan blockchain secara bersama-sama di masa depan.

Analisis Ahli

Vitalik Buterin
Kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya transparansi dan tata kelola yang kuat dalam aliansi blockchain agar dapat menghindari konflik yang berdampak besar bagi komunitas dan harga token.
Andreas Antonopoulos
Perselisihan token seperti ini menggarisbawahi kerentanan struktur multisignature wallet dan perlunya protokol audit yang lebih ketat untuk mencegah potensi penyalahgunaan dana komunitas.