Apakah Harga Bitcoin dan Kripto Naik Jelang Rilis Data CPI AS Oktober?
Bisnis
Ekonomi Makro
15 Okt 2025
291 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Data CPI AS dapat mempengaruhi keputusan suku bunga Federal Reserve.
Kinerja Bitcoin dan altcoin sangat dipengaruhi oleh pengumuman ekonomi seperti data CPI.
Trader harus memantau rilis data ekonomi untuk mengatur portofolio mereka secara efektif.
Pasar kripto kini semakin dipengaruhi oleh data makroekonomi Amerika Serikat, terutama data Consumer Price Index (CPI) yang akan dirilis pada 24 Oktober. Data ini penting karena menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed yang sangat berpengaruh pada harga aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum.
Setelah penurunan harga pada 10 Oktober, Bitcoin masih tertahan di bawah level resistensi sebesar Rp 1.92 juta ($115.000) . Ethereum, Solana, dan XRP juga mengalami volatilitas dengan harga yang belum mampu menembus resistance penting, menunjukkan pasar kripto masih dalam fase penyesuaian menunggu keputusan ekonomi.
Data CPI inti bulan September diperkirakan naik 0,3% dari bulan ke bulan dan 2,9% secara tahunan, sedikit di atas target 2%. Inflasi yang masih tinggi dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga atau menunda penurunan, sementara inflasi yang turun dapat membuka peluang pemangkasan suku bunga.
The Fed yang dipimpin Jerome Powell sangat data-driven, sehingga hasil CPI ini sangat menentukan langkah kebijakan moneter selanjutnya. Penurunan inflasi bisa memberikan sinyal positif bagi pasar kripto dengan suntikan likuiditas ekstra dan potensi kenaikan harga.
Sejarah mencatat bahwa Bitcoin dan altcoins biasanya mengalami kenaikan menjelang rilis data CPI, namun sering turun tajam setelah data diumumkan. Jika tren ini berlanjut, investor harus siap untuk volatilitas tinggi sambil memantau pengumuman The Fed di akhir bulan.
Analisis Ahli
TedPillows
Dalam tiga rilis CPI terakhir, Bitcoin dan altcoins sering naik sebelum data dan anjlok setelahnya, menandakan volatilitas tinggi yang perlu diwaspadai investor.