Penurunan Tajam Harga FET Setelah Ocean Protocol Keluar dari Aliansi AI
Finansial
Mata Uang Kripto
15 Okt 2025
241 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penarikan Ocean Protocol dari ASI telah merusak kepercayaan investor dan menyebabkan penurunan harga FET.
Bittensor muncul sebagai pesaing kuat di sektor AI terdesentralisasi, menarik perhatian lebih dari investor.
Investor kini lebih skeptis terhadap prospek jangka panjang dari Aliansi Superintelligence Buatan setelah kejadian ini.
Harga token Fetch.ai (FET) mengalami penurunan drastis dari Rp 6.18 miliar ($0,37 m) enjadi Rp 50.10 ribu ($0,3) , yang merupakan salah satu penurunan terbesar sejak Oktober 2025. Penurunan ini dipicu oleh keluarnya Ocean Protocol dari aliansi Artificial Superintelligence (ASI) yang menggabungkan berbagai protokol AI terdesentralisasi. Keluarnya Ocean Protocol membuat para investor kehilangan kepercayaan pada prospek aliansi tersebut.
Aliansi ASI sebelumnya menjanjikan integrasi dan kolaborasi antara Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, dengan tujuan menciptakan infrastruktur AI yang terpadu dan terdesentralisasi. Namun, keluarnya Ocean Protocol menyebabkan keretakan dalam visi tersebut dan memicu kepanikan di kalangan pemegang token FET yang mulai menjual asetnya secara massal.
Selain faktor fundamental seperti keluarnya anggota kunci aliansi, faktor teknikal juga turut memperparah penurunan harga FET. Indikator teknikal pada grafik harian menunjukkan pola oversold, sementara pada timeframe 4 jam mulai terlihat sinyal pembalikan harga, yang menandakan kemungkinan pemulihan dalam waktu dekat.
Sementara FET berjuang dengan krisis kepercayaan dan penurunan nilai, Bittensor (TAO) muncul sebagai pesaing utama di sektor AI terdesentralisasi. TAO memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih tinggi, ekosistem subnet yang modular, serta dukungan komunitas yang kuat. Hal ini menempatkan TAO sebagai pemimpin baru dalam kompetisi AI blockchain tahun 2025.
Meskipun demikian, masa depan FET masih terbuka jika Fetch.ai dan aliansi ASI mampu memperbaiki roadmap dan tata kelola mereka. Tanpa langkah konkret tersebut, investor kemungkinan akan terus beralih ke pesaing yang lebih inovatif dan lebih kuat secara fundamental seperti Bittensor.
Analisis Ahli
Ivan Andonov
Keluarnya Ocean Protocol adalah titik kritis yang membuktikan bahwa aliansi harus lebih solid untuk bertahan dalam persaingan AI terdesentralisasi yang ketat.