Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Neuron Buatan Hemat Energi Mirip Otak Manusia Buka Era Komputer Masa Depan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
14 Okt 2025
148 dibaca
2 menit
Neuron Buatan Hemat Energi Mirip Otak Manusia Buka Era Komputer Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Neuron buatan yang dikembangkan dapat meningkatkan efisiensi dalam komputasi.
Penggunaan nanokawat protein dari bakteri memberikan solusi inovatif untuk menghasilkan listrik.
Studi ini membuka kemungkinan baru untuk perangkat elektronik yang dapat terhubung langsung dengan tubuh manusia.
Para peneliti dari University of Massachusetts Amherst telah berhasil menciptakan neuron buatan yang bekerja menggunakan listrik sangat rendah, mirip dengan neuron asli dalam otak manusia. Teknologi ini dibangun menggunakan nanokawat protein dari bakteri penghasil listrik, Geobacter sulfurreducens, yang memungkinkan tegangan hanya 0,1 volt untuk beroperasi. Dengan efisiensi energi yang jauh lebih baik, neuron buatan terbaru ini jauh lebih hemat dibandingkan versi sebelumnya yang membutuhkan daya dan tegangan 10-100 kali lebih besar. Hal ini penting karena memungkinkan perangkat untuk bekerja lebih efisien dan bahkan bisa berkomunikasi dengan neuron biologis yang sangat sensitif. Otak manusia sangat efisien dalam menggunakan energi saat memproses informasi, hanya sekitar 20 watt untuk tugas kompleks seperti menulis cerita, sementara model bahasa besar seperti ChatGPT membutuhkan daya yang jauh lebih besar. Inovasi ini berusaha meniru efisiensi alami otak agar teknologi komputer juga lebih hemat energi. Teknologi ini membuka peluang besar bagi pengembangan komputer masa depan yang bukan hanya efisien, tapi juga dapat terhubung langsung dengan sistem biologis manusia. Potensi aplikasi meliputi perangkat elektronik yang berkomunikasi dengan tubuh manusia dan perangkat sensor yang jauh lebih sederhana namun efisien. Selain itu, penelitian ini memiliki dampak luas seperti pembuatan biofilm bertenaga keringat untuk daya perangkat pribadi, hidung elektronik untuk deteksi penyakit, serta perangkat lain yang dapat menghasilkan listrik dari udara. Semua ini memperlihatkan masa depan di mana teknologi dan biologi semakin terintegrasi.

Analisis Ahli

Jun Yao
Neuron buatan kami hanya membutuhkan tegangan 0,1 volt, sesuai dengan neuron tubuh manusia, menjadikannya sangat efisien dan kompatibel dengan sistem biologis.
Shuai Fu
Penggunaan daya otak manusia jauh lebih efisien dibandingkan model besar AI saat ini, jadi inovasi ini berpotensi mengubah paradigma komputasi.