Strategy Beli Bitcoin Sebelum Harga Turun, Saham Turun 15 Persen
Finansial
Mata Uang Kripto
13 Okt 2025
45 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Strategy terus berinvestasi dalam Bitcoin meskipun harga mengalami fluktuasi.
Ketegangan politik dapat mempengaruhi harga cryptocurrency secara signifikan.
Perusahaan yang berinvestasi dalam Bitcoin harus mempertimbangkan dampak pasar dan strategi pembiayaan mereka.
Strategy, perusahaan dengan stok Bitcoin terbesar di dunia, baru saja membeli 220 unit Bitcoin dengan harga rata-rata Rp 2.06 juta ($123.500) per Bitcoin pada minggu lalu. Pembelian ini terjadi tepat sebelum harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, yang menyebabkan nilai pembelian tersebut lebih tinggi daripada harga pasar saat ini.
Saat ini, Strategy memiliki total 640.250 Bitcoin yang nilainya diperkirakan sekitar Rp 1.22 quadriliun ($73 miliar) . Perusahaan ini mengumpulkan dana pembelian terbaru dengan menjual saham preferen mereka senilai lebih dari Rp 417.50 miliar ($25 juta) .
Harga saham Strategy turun sekitar 15% dalam lima hari terakhir, yang dipengaruhi oleh penurunan harga Bitcoin secara keseluruhan. Kenaikan harga saham sebelumnya sempat didukung oleh premi yang besar terhadap nilai Bitcoin yang dimiliki perusahaan.
Meskipun Strategy masih terus membeli Bitcoin, pembelian minggu lalu merupakan yang terkecil ketiga tahun ini. Hal ini juga menggambarkan perubahan pola pembelian yang lebih hati-hati dan tergantung dari kondisi pasar saham dan saham preferen mereka.
Sementara itu, perusahaan lain seperti Empery Digital berhasil mengungguli performa harga Bitcoin kuartal lalu, membuat persaingan antar perusahaan pengelola Bitcoin semakin ketat. Ini menjadi tantangan bagi Strategy untuk mempertahankan dominasi serta strategi investasinya.
Analisis Ahli
Greg Cipolaro
Pengelola Bitcoin perlu lebih adaptif terhadap pergerakan pasar karena nilai saham perusahaan tersebut terkait erat dengan harga Bitcoin dan bisa menjadi kurang menguntungkan ketika harga saham turun.