AI summary
Strategy Inc kini memiliki lebih banyak Bitcoin dibandingkan dengan cadangan kas beberapa perusahaan teknologi terbesar. Perusahaan ini menghadapi risiko dilusi saham yang dapat mempengaruhi investor. Strategy Inc tidak berhasil masuk ke dalam S&P 500 meskipun memenuhi persyaratan teknis. Michael Saylor memimpin Strategy Inc, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, yang kini menyimpan cadangan Bitcoin terbesar di antara perusahaan dunia. Hingga September 2025, Strategy Inc memegang 638.460 Bitcoin senilai sekitar 71 miliar dollar AS, jumlah ini lebih besar dari kas Nvidia, Apple, Meta, dan Tesla.Dengan nilai bitcoin yang sempat menembus 112.200 dollar AS, Strategy Inc berhasil mendapatkan keuntungan luar biasa selama tiga tahun terakhir dengan kenaikan 1.308% dalam nilai investasinya di Bitcoin. Namun sebaliknya, harga saham perusahaan justru turun 26% sejak Juli, menimbulkan kekhawatiran investor terhadap keputusan manajemen.Perusahaan juga telah membeli tambahan 1.955 Bitcoin senilai 217 juta dollar AS dengan rata-rata harga sebesar 111.196 dollar AS per Bitcoin, menaikkan rata-rata harga beli menjadi 73.880 dollar AS per Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa Strategy Inc tetap berkomitmen menambah exposurnya ke aset kripto.Sayangnya, Strategy Inc gagal masuk dalam indeks S&P 500 meski memenuhi semua persyaratan teknis, karena slot tersebut diberikan kepada Robinhood. Hal ini mencerminkan ketidakpastian pasar dan komite indeks terkait profil perusahaan yang memiliki cadangan cash sepenuhnya dalam Bitcoin.Investor juga khawatir karena perusahaan membatalkan janji untuk tidak menerbitkan saham baru saat nilai pasar terhadap Bitcoin turun di bawah 2,5 kali, yang bisa menyebabkan pelemahan saham dan risiko dilusi bagi pemegang saham yang ada.
Strategi pemasukan seluruh dana ke Bitcoin adalah langkah berani yang bisa mendatangkan keuntungan luar biasa dalam jangka panjang, namun juga sangat berisiko mengingat volatilitas pasar kripto. Investor harus waspada bahwa perusahaan berpotensi mengalami tekanan untuk mengelola likuiditas dan mungkin akan terus menghadapi skeptisisme dari pasar modal tradisional.