Qantas Dapatkan Perintah Hukum Cegah Data Pelanggan Bocor Usai Peretasan
Teknologi
Keamanan Siber
17 Jul 2025
213 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pelanggaran data di Qantas adalah yang terbesar di Australia dalam beberapa tahun terakhir.
Data yang dicuri tidak termasuk informasi keuangan atau rincian penting lainnya.
Qantas bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah untuk menangani dan menyelidiki insiden ini.
Qantas Airways baru-baru ini mengalami peretasan yang mengakibatkan data pribadi jutaan pelanggannya dicuri. Ini menjadi pelanggaran data terbesar yang dialami maskapai penerbangan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Dalam insiden ini, tidak semua data penting seperti nomor kartu kredit atau paspor termasuk dalam yang dicuri.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Qantas segera mengajukan perintah pengadilan sementara di Pengadilan Tinggi New South Wales. Perintah ini bertujuan untuk melarang siapa pun, termasuk pihak ketiga, mengakses atau menyebarkan data yang dicuri tersebut.
Qantas juga telah menghubungi 5,7 juta pelanggan yang terkena dampak, memberi tahu mereka tentang jenis informasi pribadi yang mungkin telah terekspos selama serangan siber ini. Hal ini membantu pelanggan untuk mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.
Situasi ini mengingatkan pada beberapa kasus peretasan besar lain yang terjadi di Australia pada tahun sebelumnya, seperti yang menimpa perusahaan telekomunikasi Optus dan perusahaan asuransi kesehatan Medibank. Insiden seperti ini menunjukkan peningkatan ancaman keamanan siber di sektor-sektor penting.
Qantas bekerja sama erat dengan sejumlah lembaga keamanan seperti Kepolisian Federal Australia dan Pusat Keamanan Siber Australia untuk menyelidiki lebih lanjut insiden tersebut dan mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Pelanggaran data seperti ini menjadi pengingat pentingnya langkah-langkah keamanan berlapis dan transparansi dari perusahaan kepada konsumen mereka.Katie Moussouris
Penegakan hukum dan perintah pengadilan sangat penting, tetapi tindakan preventif juga harus ditingkatkan untuk meminimalisir risiko kebocoran data di masa depan.


