Teknologi Nano-CT NREL Bantu Memperbaiki Baterai EV Bekas dengan Presisi Tinggi
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
17 Jun 2025
257 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Teknologi nano-CT dapat mengungkap kerusakan tersembunyi di dalam baterai lithium-ion.
Pendekatan daur ulang langsung berpotensi mengurangi biaya dan waktu dalam pemrosesan baterai bekas.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan dan independensi dalam pengolahan mineral kritis.
Baterai lithium-ion sangat penting untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi, tetapi mineral kunci seperti lithium dan nikel sangat terbatas dan sebagian besar diolah di luar negeri. Masalah ini mendorong para peneliti di National Renewable Energy Laboratory (NREL) menemukan solusi untuk memperbaiki baterai bekas secara efisien.
NREL mengembangkan teknologi X-ray nano-computed-tomography yang mampu melihat bagian terkecil dari baterai, hingga 50 nanometer, seperti yang biasanya hanya bisa dilakukan di fasilitas riset besar. Cara ini memungkinkan mereka melihat kerusakan secara jelas tanpa merusak baterai yang sedang diuji.
Penelitian menemukan bahwa meskipun baterai bekas masih dapat menyimpan energi hampir sama dengan baterai baru, kemampuan mengisi ulang dengan cepat menurun tajam akibat retakan mikro yang terjadi pada partikel nikel di dalam baterai. Retakan ini menghambat aliran ion lithium.
Dengan pemahaman ini, NREL kini berusaha memperbaiki katoda baterai menggunakan metode mekanis yang lebih ringan tanpa harus meluruhkan materialnya secara kimia, sehingga prosesnya lebih hemat energi dan menjaga struktur penting dalam baterai agar tidak rusak.
Pengembangan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada pengolahan mineral di China serta memperpanjang masa pakai baterai, yang berarti lebih sedikit limbah dan sumber daya yang lebih terjaga untuk masa depan.



