TLDR
Dogecoin mengalami flash crash yang signifikan karena faktor eksternal seperti pengumuman tarif. Permintaan institusional terhadap Dogecoin kembali muncul setelah penurunan harga. Volatilitas tinggi di pasar cryptocurrency menunjukkan ketidakpastian yang perlu diperhatikan oleh para trader. Pada hari Jumat malam, harga Dogecoin mengalami penurunan drastis hingga 50%, dari $0,22 menjadi $0,11 dalam hitungan menit. Hal ini merupakan kejadian langka yang dikenal sebagai flash crash, yang kemudian diikuti dengan pemulihan harga ke kisaran $0,19 hingga $0,20 dalam beberapa jam.Volume perdagangan selama periode crash mencapai 4,6 miliar token, jauh lebih tinggi dari rata-rata harian 1,5 miliar, menandakan adanya aksi jual besar-besaran dan juga pembelian balik oleh investor besar atau whales. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman tarif 100% dari pemerintahan Trump terhadap impor dari Cina yang menyebabkan sentimen pasar memburuk secara global.Crash tersebut terutama terjadi di platform Bitfinex dengan DOGE sempat menyentuh harga terendah $0,11 sebelum segera didukung oleh intervensi trader likuiditas dan aliran masuk dana institusional. Meskipun ada kekhawatiran terkait kegagalan arbitrase dan likuidasi berbasis leverage, tidak ada tanda fundamental Dogecoin yang memburuk secara signifikan.Pada sesi perdagangan selanjutnya, whale kembali mengakumulasi sekitar 2 miliar DOGE, mengisi dompet korporasi dan menarik pasokan dari bursa senilai lebih dari $23 juta. 21Shares secara resmi meluncurkan ETF Dogecoin yang diatur secara regulasi, membuka akses institusional pertama kali yang turut mendorong pemulihan harga dan stabilitas.Dari sisi teknikal, support kuat terbentuk di level $0,19-$0,20, yang diikuti oleh potensi resistance di $0,22 hingga $0,30. Meskipun volatilitas tahun ini mencapai titik tertinggi, momentum oversold dan pola double bottom menandakan kemungkinan rebound jangka pendek dan peluang harga untuk kembali naik jika pengaruh makro ekonomi mulai mereda.