AI summary
Usulan pemindahan tanggung jawab regulasi kripto ke ESMA dapat mengancam posisi Malta sebagai pusat kripto di Uni Eropa. Malta telah menarik banyak perusahaan kripto dengan kerangka regulasi yang inovatif tetapi menghadapi kritik karena pengawasan yang kurang ketat. Perusahaan kripto berisiko menghadapi biaya kepatuhan yang lebih tinggi jika regulasi MiCA dipusatkan dan mereka tidak dapat memilih yurisdiksi yang menguntungkan. Malta dikenal sebagai salah satu pusat kripto terdepan di Uni Eropa sejak 2018 setelah mengadopsi peraturan Virtual Financial Assets (VFA) yang memudahkan lisensi bagi bursa kripto besar seperti Binance dan OKX. Proses cepat dan pengalaman MFSA dalam regulasi kripto menarik banyak perusahaan kripto untuk mendirikan basis di sana.Tahun lalu, masuknya regulasi baru EU bernama Markets in Crypto Assets (MiCA) mengubah kerangka pengawasan dari nasional menjadi EU-wide. Namun, otoritas nasional masih bertanggung jawab dalam mengotorisasi lisensi MiCA, termasuk MFSA di Malta, yang telah mengeluarkan banyak lisensi.Beberapa negara, seperti Prancis, Italia, dan Austria, menilai MFSA terlalu longgar dalam pengawasan. Karena itu, mereka menyerukan agar pengaturan pengawasan MiCA dilakukan secara terpusat oleh European Securities and Markets Authority (ESMA) supaya aturan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh Uni Eropa.Presiden AMF Prancis bahkan mengancam tidak mengakui lisensi yang dikeluarkan oleh negara lain jika ESMA tidak mengambil alih pengawasan, yang berpotensi menggagalkan prinsip MiCA sebagai lisensi tunggal yang berlaku di seluruh pasar tunggal EU. Hal ini menjadi ancaman besar bagi Malta sebagai pusat kripto utama di Eropa.Meski ESMA dan beberapa negara mendukung sentralisasi untuk menyatukan pengawasan dan membuat regulasi lebih seragam, negara seperti Luxembourg dan Belanda menolak karena khawatir hal ini akan meningkatkan birokrasi, menghambat kompetisi, dan mengurangi kedaulatan regulasi nasional. Perdebatan ini menimbulkan ketidakpastian ke depan bagi industri kripto di Uni Eropa.
Langkah untuk memusatkan pengawasan MiCA di ESMA memang dirancang untuk menyelesaikan masalah inkonsistensi regulasi di UE, namun ini bisa mengurangi fleksibilitas yang sudah dimiliki Malta dalam menarik pelaku industri kripto. Peralihan ini berpotensi memperlambat proses perizinan dan meningkatkan beban biaya bagi perusahaan kripto, terutama yang berukuran kecil hingga menengah.