Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Misteri Garis Wallace: Mengapa Spesies Indonesia dan Australia Berbeda Signifikan

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
11 Okt 2025
198 dibaca
2 menit
Misteri Garis Wallace: Mengapa Spesies Indonesia dan Australia Berbeda Signifikan

Rangkuman 15 Detik

Ada perbedaan spesies yang signifikan antara Indonesia dan Australia.
Garis Wallace adalah batas biogeografis yang penting untuk memahami penyebaran spesies.
Aktivitas tektonik dan perubahan iklim memainkan peran besar dalam perbedaan fauna di kedua wilayah.
Indonesia dan Australia merupakan dua negara yang saling berdekatan secara geografis, namun memiliki spesies fauna yang sangat berbeda. Hal ini telah menjadi fokus penting dalam penelitian ilmiah, terutama mengenai garis Wallace, sebuah batas biogeografis yang memisahkan fauna Asia dari fauna Australia. Garis ini pertama kali dipetakan oleh Alfred Wallace pada tahun 1863 setelah perjalanannya di wilayah Asia Tenggara dan Oseania. Alfred Wallace mengamati ada perbedaan species yang mencolok antara wilayah Asia dan Australia yang dipisahkan oleh garis tersebut. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan yang bertahan berabad-abad, terutama kenapa spesies dari Asia bisa menyeberang garis Wallace, sedangkan spesies dari Australia tidak bisa melakukan hal yang sama. Ini menjadi misteri yang mengundang banyak penelitian ilmiah. Penelitian terbaru mengungkap bahwa perbedaan tersebut disebabkan oleh perubahan iklim ekstrem yang terjadi sekitar 35 juta tahun yang lalu akibat aktivitas tektonik. Pada saat itu, Australia terpisah dari Antartika dan bergerak menuju Asia, membentuk wilayah Nusantara yang kini dikenal sebagai Indonesia. Pergerakan ini memicu terjadinya perubahan iklim yang memengaruhi habitat dan kemampuan adaptasi spesies. Para ilmuwan menggunakan model komputer untuk menelaah dampak perubahan iklim ini terhadap sekitar 20 ribu spesies di dua sisi garis Wallace. Salah satu temuan utama adalah perbedaan iklim di kedua wilayah: Indonesia dan Semenanjung Asia Tenggara lebih hangat dan basah, sementara Australia mengalami musim dingin dan kering. Kondisi ini membuat spesies Asia lebih mudah beradaptasi dan menyeberang batas, tetapi tidak demikian untuk spesies Australia. Selain itu, terbentuknya Arus Sirkumpolar Antartika (ACC) setelah terpisahnya Australia dari Antartika merupakan faktor penting dalam mengatur iklim global. Penelitian ini membantu kita memahami bagaimana kondisi alam yang sangat lama lalu mempengaruhi penyebaran kehidupan di masa kini, dan memberikan wawasan berharga untuk konservasi serta perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah Indonesia dan Australia.

Analisis Ahli

Alex Skeels
Perubahan iklim yang terjadi sejak jutaan tahun lalu telah menciptakan pola distribusi spesies yang tegas antara Asia dan Australia, yang memengaruhi evolusi dan adaptasi makhluk hidup di kedua wilayah tersebut.