AI summary
Penemuan tentang es yang dapat menghasilkan listrik membuka peluang untuk sumber energi hijau. Menambahkan garam pada es dapat meningkatkan kemampuannya untuk menghasilkan listrik. Penelitian ini menunjukkan bahwa potensi energi dari es di lingkungan dingin masih sangat besar. Para ilmuwan dari China dan Spanyol menemukan bahwa menambahkan garam ke dalam es memungkinkan es tersebut menghasilkan listrik saat ditekuk. Penemuan ini membuka kemungkinan baru untuk memanfaatkan energi bersih di daerah bersuhu dingin.Mekanisme yang mendasarinya adalah flexoelectricity, yaitu generasi muatan listrik saat sebuah bahan mengalami tegangan tidak seragam. Fenomena ini biasa ditemukan pada sejumlah bahan termasuk keramik yang selama ini dikenal memiliki sifat listrik tinggi.Dengan mendoping es menggunakan garam, mereka berhasil membuat perangkat yang dapat menghasilkan energi listrik dengan performa yang setara bahan keramik terbaik. Hal ini sangat potensial sebagai sumber energi bersih berbiaya rendah di wilayah dingin.Meskipun permukaan es menutupi sekitar 10 persen bumi, hingga kini energi yang dapat dihasilkan dari es belum banyak dioptimalkan. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal terkemuka Nature Materials dan Nature Physics sebagai dasar ilmiah yang kuat.Jika teknologi ini berhasil dikembangkan dan diterapkan secara luas, tidak hanya membuka sumber energi baru, tetapi juga membantu pengembangan energi hijau yang ramah lingkungan khususnya di daerah kutub dan pegunungan.
Penelitian ini sangat menjanjikan dalam menciptakan alternatif energi terbarukan menggunakan sumber yang sebelumnya terabaikan seperti es, yang berlimpah di beberapa wilayah dunia. Namun, tantangan utama tetap berada pada pengembangan skala besar serta stabilitas dan efisiensi perangkat yang dibuat dari material es di lingkungan nyata.