Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pengusaha Italia Terseret Skandal Spyware Paragon, Apa Dampaknya?

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (5mo ago) cyber-security (5mo ago)
10 Okt 2025
257 dibaca
2 menit
Pengusaha Italia Terseret Skandal Spyware Paragon, Apa Dampaknya?

Rangkuman 15 Detik

Francesco Gaetano Caltagirone menjadi korban terbaru dari skandal spyware di Italia.
Paragon Solutions mengalami krisis reputasi setelah penargetan jurnalis dan aktivis.
WhatsApp berperan penting dalam memberitahu individu yang menjadi sasaran spyware.
Francesco Gaetano Caltagirone, seorang pengusaha terkemuka di Italia, dilaporkan menjadi salah satu korban spyware Paragon yang dikenal sebagai perangkat lunak pengintai. Kabar ini pertama kali diungkap oleh situs investigasi online Italia, IrpiMedia, dan surat kabar La Stampa pada bulan Januari. Notifikasi dari WhatsApp juga memberi tahu Caltagirone bahwa ponselnya menjadi target perangkat lunak berbahaya ini. Perusahaan Caltagirone SpA yang dimiliki oleh Francesco ini memiliki bisnis di berbagai sektor seperti konstruksi, real estate, keuangan, dan penerbitan, termasuk mengelola surat kabar Il Messaggero. Menariknya, dia menjadi pengusaha pertama di Italia yang teridentifikasi sebagai korban spyware Paragon, yang sebelumnya hanya menargetkan jurnalis serta aktivis yang peduli dengan isu imigrasi dan kemanusiaan. Spyware Paragon yang bermarkas di Israel, baru-baru ini dibeli oleh perusahaan ekuitas swasta asal Amerika Serikat, AE Industrial, pada Desember 2024. Salah satu rencana setelah akuisisi adalah menggabungkan Paragon dengan perusahaan keamanan siber REDLattice. Namun, Paragon telah memutuskan hubungan dengan pemerintah Italia setelah laporan mengenai penyalahgunaan spyware ini muncul. Meskipun penyebab spesifik mengapa Caltagirone menjadi sasaran belum jelas, insiden ini memperlihatkan bahwa risiko ancaman siber spyware bukan hanya menimpa jurnalis dan aktivis, namun juga pebisnis besar. Kejadian ini memicu kekhawatiran akan intimidasi digital dan potensi pelanggaran privasi yang lebih luas di kalangan masyarakat dan tokoh penting di Italia. Kasus Paragon membuka mata bahwa teknologi pengintai seperti spyware dapat dengan mudah disalahgunakan untuk menyerang berbagai kalangan, dan mendorong perlunya aturan yang lebih ketat mengenai produksi dan distribusi spyware. Kesadaran terhadap ancaman semacam ini harus terus ditingkatkan agar perlindungan terhadap kebebasan dan privasi semakin kuat.

Analisis Ahli

Mikko Hyppönen (Ahli Keamanan Siber)
Kasus Paragon menegaskan pentingnya transparansi dalam dunia spyware komersial, dan bagaimana penyalahgunaan teknologi ini dapat menghadirkan risiko besar terhadap kebebasan sipil serta privasi individu berprofil tinggi.
Eva Galperin (Direktur Keamanan Elektronik, EFF)
Penggunaan spyware terhadap pengusaha dan aktivis merupakan bukti bahwa pelanggaran privasi berbahaya sedang meluas dan menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap pemasok spyware, terutama yang berhubungan dengan pemerintah.