Paragon Solutions, sebuah perusahaan startup yang menjual teknologi pengawasan, telah memutuskan kontraknya dengan pemerintah Italia setelah WhatsApp mengungkapkan bahwa mereka telah mengganggu kampanye peretasan yang menggunakan spyware dari Paragon. Spyware ini diduga menargetkan sekitar 90 orang, termasuk jurnalis dan aktivis hak asasi manusia. Paragon mengklaim bahwa pemerintah Italia telah melanggar ketentuan layanan dan kerangka etika yang disepakati dalam kontrak mereka. Setelah itu, Paragon juga memutuskan akses dua lembaga pemerintah Italia, yaitu lembaga penegak hukum dan lembaga intelijen, terhadap produk spyware mereka yang bernama Graphite.Pemerintah Italia membantah terlibat dalam kampanye spyware tersebut, meskipun beberapa individu yang kritis terhadap pemerintah mengaku telah menjadi target. Di antara mereka adalah Francesco Cancellato, seorang jurnalis, dan aktivis yang mengkritik kebijakan pemerintah terkait imigrasi. Selain Italia, ada juga laporan bahwa pengguna ponsel di beberapa negara Eropa lainnya, seperti Jerman dan Spanyol, mungkin juga menjadi target. Paragon menegaskan bahwa mereka memiliki kebijakan nol toleransi terhadap penargetan jurnalis dan akan memutuskan hubungan dengan pelanggan yang melanggar ketentuan tersebut.
Kasus ini menunjukkan risiko serius dari teknologi pengawasan yang tidak terkendali, di mana perusahaan teknologi harus memikul tanggung jawab besar atas dampak sosial dan etika produknya. Perlu adanya transparansi dan pengawasan independen agar hak privasi tidak dikorbankan demi kepentingan politik atau keamanan.