Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aktivis Migran di Italia Jadi Target Spyware dari Perusahaan Israel Paragon

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
12 Feb 2025
122 dibaca
1 menit
Aktivis Migran di Italia Jadi Target Spyware dari Perusahaan Israel Paragon

AI summary

Kampanye spyware yang menargetkan aktivis imigrasi di Italia telah terungkap.
Pemerintah Italia membantah keterlibatan dalam serangan spyware ini.
WhatsApp berperan dalam menginformasikan individu yang menjadi target serangan tersebut.
Beberapa orang yang terlibat dalam organisasi kemanusiaan di Italia mengaku menjadi target serangan spyware yang dibuat oleh perusahaan Israel, Paragon. Beppe Caccio, salah satu pendiri Mediterranea Saving Humans, mengungkapkan bahwa ia juga menerima pemberitahuan dari WhatsApp tentang serangan tersebut, setelah rekannya, Luca Casarini, mengungkapkan hal yang sama. Mereka berdua telah melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang di Italia untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan ini. Selain mereka, ada tiga orang lainnya yang juga mengaku menjadi korban, termasuk seorang aktivis Libya dan seorang direktur situs berita.WhatsApp mengungkapkan bahwa mereka telah menghentikan kampanye spyware ini dan memberi tahu sekitar 90 orang yang menjadi target. Meskipun pemerintah Italia membantah terlibat dalam serangan ini, mereka mengonfirmasi bahwa ada target lain di beberapa negara Eropa. Sementara itu, David Yambio, pendiri NGO Refugees in Libya, juga melaporkan bahwa ia menjadi target serangan spyware, meskipun tidak melalui WhatsApp. Hingga saat ini, belum ada penjelasan lebih lanjut dari Paragon atau pemerintah Italia mengenai kasus ini.

Experts Analysis

Bruce Schneier
Penggunaan spyware oleh perusahaan seperti Paragon menunjukkan bagaimana instrumen digital dapat dengan mudah disalahgunakan untuk kepentingan politik atau ekonomi, dan ini merupakan peringatan serius bagi perlunya regulasi internasional yang ketat terhadap industri pengawasan.
Mikko Hyppönen
Serangan spyware yang menargetkan aktivis dan jurnalis bukan hanya masalah keamanan digital, melainkan juga pelanggaran hak asasi yang perlu mendapat perhatian global dan penanganan dengan pendekatan hukum serta teknis yang holistik.
Editorial Note
Kasus ini menegaskan bahwa teknologi pengawasan canggih seperti spyware kini digunakan untuk menekan dan mengintimidasi suara-suara kemanusiaan, yang sangat berbahaya bagi demokrasi dan hak asasi manusia. Upaya pelaporan dan transparansi dari para korban merupakan langkah penting agar masyarakat dan pemerintah lebih peka terhadap ancaman semacam ini dan menemukan solusi hukum yang efektif.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.