Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Lelang Frekuensi 1,4 GHz Dimulai untuk Internet Murah 100 Mbps di Indonesia

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
09 Okt 2025
65 dibaca
2 menit
Lelang Frekuensi 1,4 GHz Dimulai untuk Internet Murah 100 Mbps di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Lelang frekuensi 1,4 GHz bertujuan untuk meningkatkan akses internet yang terjangkau.
Hanya tiga perusahaan yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam lelang frekuensi.
Proses lelang menggunakan sistem e-Auction untuk menentukan harga frekuensi.
Pemerintah Indonesia melalui Komdigi akan menggelar lelang harga frekuensi radio 1,4 GHz mulai 13 Oktober 2025. Tujuan utama dari lelang ini adalah untuk mendukung program internet murah dengan kecepatan minimal 100 Mbps yang bisa diakses oleh masyarakat luas. Metode lelang menggunakan sistem elektronik (e-Auction) agar transparan dan efisien. Ada tiga perusahaan yang lolos seleksi dokumen untuk mengikuti lelang ini, yaitu Telkom, Surge melalui anak perusahaannya Telemedia Komunikasi Pratama, serta MyRepublic dengan nama resminya Eka Mas Republik. Mereka harus memenuhi persyaratan izin usaha jaringan tetap berbasis fiber optik, wireless BWA, dan ISP yang ketat. Frekuensi yang akan dilelang memiliki lebar pita 80 MHz dalam rentang 1432 MHz sampai 1512 MHz. Spektrum ini akan digunakan untuk layanan Fixed Wireless Access dengan cakupan regional yang terbagi menjadi tiga wilayah. Tujuannya adalah memperluas jangkauan internet tetap dengan kualitas broadband nirkabel. Peserta wajib mengajukan proposal teknis yang memuat target layanan terhadap jumlah rumah tangga yang akan terlayani dengan akses internet kecepatan minimal 100 Mbps selama lima tahun ke depan. Ini bertujuan agar lelang frekuensi benar-benar membawa manfaat nyata dalam pemerataan akses internet di Indonesia. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan, tetapi juga untuk memberikan pilihan internet yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Lelang ini diharapkan menjadi pijakan awal pemerataan transformasi digital di seluruh tanah air.

Analisis Ahli

Wayan Toni Supriyanto
Lelang frekuensi membuka peluang bagi penyelenggara jaringan untuk meningkatkan kapasitas dan cakupan layanan internet, sekaligus mendukung pemerataan akses internet bagi masyarakat luas.