Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

XL Axiata Mundur dari Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Apa Alasannya?

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
29 Sep 2025
95 dibaca
2 menit
XL Axiata Mundur dari Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Apa Alasannya?

AI summary

XL Axiata mundur dari lelang frekuensi 1,4 GHz karena dokumen tidak sesuai dengan rencana bisnis.
Frekuensi 1,4 GHz diharapkan dapat meningkatkan akses internet cepat di Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital mengatur lelang frekuensi untuk pengembangan jaringan telekomunikasi.
Pemerintah Indonesia resmi mengadakan lelang frekuensi 1,4 GHz yang dapat menunjang layanan internet cepat berkecepatan hingga 100Mbps dengan harga yang lebih murah. Frekuensi ini diharapkan dapat membantu menyediakan akses internet berbasis jaringan pita lebar yang lebih berkualitas bagi masyarakat di beberapa wilayah di Indonesia.PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk atau yang dikenal dengan XL Axiata memutuskan untuk tidak mengikuti lelang frekuensi ini. Keputusan ini diambil setelah melakukan kajian mendalam terhadap dokumen lelang yang dianggap tidak sesuai dengan rencana bisnis mereka, terutama karena aturan pembagian wilayah atau region yang ketat.XL Axiata menyatakan bahwa persyaratan wilayah yang ditetapkan pemerintah membuat rencana pengembangan jaringan mereka tidak dapat dijalankan dengan efektif. Mereka harus mundur demi menjaga kesesuaian dengan strategi dan kebutuhan bisnis perusahaan sendiri.Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri menyelenggarakan lelang ini secara terbuka dan transparan, dengan tujuan untuk meningkatkan akses nirkabel pita lebar di Indonesia. Lelang meliputi pita frekuensi selebar 80 MHz yang terbagi di tiga wilayah regional dengan mekanisme evaluasi administrasi dan komitmen pengembangan jaringan.Meskipun mundur dari lelang sekarang, XL Axiata menyampaikan kemungkinan untuk kembali ikut pada lelang frekuensi berikutnya jika persyaratan dan kondisi lelang sejalan dengan kebutuhan dan rencana bisnis mereka di masa depan.

Experts Analysis

Telekomunikasi Expert
Regulasi yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi dan investasi dari operator seluler. Solusi ideal adalah dengan regulasi yang memberikan ruang negosiasi untuk penyesuaian bisnis setiap operator agar win-win solution tercapai.
Editorial Note
Keputusan mundur XL Axiata menunjukkan bahwa regulasi lelang frekuensi perlu lebih fleksibel untuk menjaga kepentingan bisnis operator sekaligus mendorong pengembangan infrastruktur internet merata. Jika pemerintah bisa lebih adaptif, hal ini bisa mempercepat implementasi layanan internet cepat yang lebih luas di Indonesia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.