Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Toshiba dan Airbus Kembangkan Motor Superkonduktor Ringan untuk Pesawat Hidrogen

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (6mo ago)
09 Okt 2025
242 dibaca
2 menit
Toshiba dan Airbus Kembangkan Motor Superkonduktor Ringan untuk Pesawat Hidrogen

Rangkuman 15 Detik

Kolaborasi Toshiba dan Airbus berpotensi meningkatkan efisiensi penerbangan melalui teknologi motor superkonduktor.
Penggunaan hidrogen cair dapat mengurangi berat dan kompleksitas sistem pendinginan dalam pesawat.
Riset ini dapat membuka jalan bagi aplikasi teknologi superkonduktor di sektor transportasi lainnya, termasuk kapal dan eksplorasi ruang angkasa.
Toshiba dan Airbus menjalin kerja sama penelitian untuk mengembangkan motor superkonduktor berdaya tinggi yang sangat ringan dan kecil demi penerapan di pesawat bertenaga hidrogen. Motor ini memiliki daya 2 megawatt dan bobot hanya sepersepuluh dari motor biasa, sesuai kebutuhan ketat industri penerbangan yang menekankan efisiensi dan pengurangan berat. Motor tersebut dirancang untuk sistem propulsi listrik yang memanfaatkan sel bahan bakar hidrogen, di mana hidrogen akan dibakar untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan motor. Ini berbeda dari metode pembakaran langsung pada mesin turbofan konvensional. Teknologi superkonduktor membutuhkan suhu sangat rendah agar dapat beroperasi tanpa hambatan listrik. Keunikan riset ini adalah memanfaatkan hidrogen dalam bentuk cair, yang harus disimpan pada suhu sekitar -253°C, sebagai bahan bakar dan sekaligus sebagai pendingin motor superkonduktor. Pendekatan ini berpotensi menghilangkan sistem pendingin berat yang biasanya dibutuhkan, sehingga meningkatkan efisiensi keseluruhan pesawat. Selain penerbangan, teknologi motor superkonduktor ini juga bisa diperluas kegunaannya untuk kapal dan bahkan eksplorasi luar angkasa. Penelitian lebih lanjut akan fokus pada kemampuan motor ini untuk berfungsi dengan baik dalam kondisi operasional pesawat komersial yang menantang. Dalam perkembangan lain, riset di Brunel University dan Genuine H2 juga menunjukkan inovasi dalam produksi hidrogen bahan bakar dengan cara mengubah air laut menjadi hidrogen menggunakan energi terbarukan, yang bisa menjadi sumber bahan bakar bersih untuk masa depan.

Analisis Ahli

Fumitoshi Mizutani
Teknologi superkonduktor yang kami kembangkan mampu menggabungkan output tinggi dengan bobot sangat ringan, menjawab kebutuhan ketat penerbangan masa depan.
Xinyan Wang
Mengubah air laut menjadi hidrogen melalui energi terbarukan adalah langkah revolusioner untuk menyediakan bahan bakar bersih yang mendukung teknologi seperti motor superkonduktor.