Transplantasi Hati Babi Genetik: Terobosan Baru dalam Dunia Medis di China
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
09 Okt 2025
149 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Transplantasi hati babi yang dimodifikasi secara genetik menunjukkan potensi untuk digunakan dalam manusia.
Komplikasi yang terjadi menunjukkan tantangan yang masih harus diatasi dalam xenotransplantasi.
Penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan terapi baru untuk pasien dengan kondisi hati yang parah.
Sebuah operasi transplantasi hati babi yang dimodifikasi secara genetik telah berhasil dilakukan pada pasien hidup di China untuk pertama kalinya. Pasien, seorang pria berusia 71 tahun dengan penyakit hati stadium akhir yang tidak dapat diobati dengan metode standar, menerima graft hati dari babi Diannan miniature yang telah mengalami 10 modifikasi genetik untuk mengurangi risiko penolakan imun.
Organ babi tersebut berfungsi dengan baik selama sekitar satu bulan, mampu menghasilkan empedu serta faktor pembekuan darah yang esensial, dan tidak menunjukkan penolakan imun akut selama periode ini. Namun, pada hari ke-38, pasien mengalami komplikasi serius bernama trombotik mikroangiopati yang terkait dengan proses xenotransplantasi, sehingga organ babi harus dilepaskan.
Setelah pengangkatan organ babi, kondisi pasien tetap tidak stabil dengan beberapa komplikasi termasuk perdarahan saluran cerna bagian atas. Pasien akhirnya meninggal pada hari ke-171 pasca operasi tersebut. Meskipun organ harus dilepas lebih awal, berhasilnya fungsi organ selama sebulan menjadi tonggak sejarah yang memungkinkan penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
Transplantasi ini menjadi sangat penting mengingat kekurangan donasi organ manusia secara global, termasuk di China, di mana ratusan ribu orang mengalami gagal hati namun hanya ribuan yang mendapatkan transplantasi setiap tahun. Xenotransplantasi dianggap sebagai solusi jangka panjang yang bisa mengatasi kekurangan donor organ darah dan hati.
Penelitian ini juga menyoroti tantangan besar dalam mengendalikan sistem imun tubuh dan komplikasi pembekuan darah pada transplantasi lintas spesies, yang menjadi fokus utama untuk pengembangan teknologi ini ke depan. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Hepatology pada 8 Oktober 2024 dan diharapkan membuka jalan baru dalam pengobatan penyakit hati berat.
Analisis Ahli
Beicheng Sun
Kasus ini membuktikan bahwa hati babi yang direkayasa genetik dapat berfungsi dalam tubuh manusia untuk waktu yang cukup lama dan merupakan langkah penting untuk melihat potensi serta tantangan pengembangan xenotransplantasi selanjutnya.

