Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Terobosan Baru: Jantung Manusia Tumbuh dan Berdetak dalam Embrio Babi

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
04 Jul 2025
158 dibaca
1 menit
Terobosan Baru: Jantung Manusia Tumbuh dan Berdetak dalam Embrio Babi

AI summary

Penelitian ini merupakan langkah maju dalam pengembangan chimera manusia-hewan.
Jantung yang ditumbuhkan dapat berdetak sendiri selama 21 hari, menunjukkan potensi yang besar.
Terdapat tantangan etika dan ilmiah dalam menciptakan chimera yang perlu diatasi untuk penelitian lebih lanjut.
Para ilmuwan berhasil menumbuhkan struktur jantung kecil dari sel manusia di dalam embrio babi yang berdetak selama 21 hari. Penelitian ini dilakukan oleh tim Lai Liangxue dari Guangzhou Institutes of Biomedicine and Health, bagian dari Chinese Academy of Sciences.Metode yang digunakan termasuk memodifikasi genetik embrio babi sehingga tidak membentuk organ tertentu, lalu memasukkan sel punca manusia yang juga telah dimodifikasi agar bisa bertahan hidup di dalam tubuh babi tersebut.Langkah ini merupakan bagian dari penelitian yang lebih besar untuk mengatasi kekurangan organ donor yang sangat dibutuhkan dalam transplantasi serta mengurangi masalah penolakan imunitas terhadap organ hasil transplantasi.Penelitian ini masih dalam tahap awal dan belum melalui peer review, dengan beberapa tantangan seperti interferensi fungsi jantung babi oleh sel manusia yang perlu diteliti lebih lanjut agar organ yang dihasilkan benar-benar sehat dan aman.Selain di China, para peneliti di tempat lain, termasuk Universitas Texas MD Anderson Cancer Center, juga mengembangkan teknik serupa untuk menciptakan organ manusia dalam embrio hewan, menunjukkan bahwa bidang chimera manusia-hewan adalah front baru dalam bioteknologi medis.

Experts Analysis

George Church
Penelitian ini merupakan langkah besar dalam bioengineering, namun proporsi dan integrasi sel manusia perlu diselesaikan agar organ hasilnya benar-benar fungsional dan bebas risiko penolakan imun.
Shinya Yamanaka
Teknologi stem cell yang digunakan di sini sangat menjanjikan, memberi harapan bagi pengembangan organ transplantasi yang lebih personal dan efektif di masa depan.
Editorial Note
Penemuan ini sangat revolusioner karena membuka jalan praktis bagi produksi organ manusia yang hidup secara in vivo melalui pendekatan chimera, namun saya melihat bahwa kecepatan penerapan klinisnya akan tetap lambat karena kebutuhan untuk memastikan keamanan, fungsi, dan aspek etika yang kompleks. Upaya tim ini menegaskan bahwa rekayasa genetika dan stem cell harus berjalan beriringan dengan regulasi ketat agar hasilnya benar-benar menguntungkan pasien.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.