Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

5 Hambatan Hukum Berat yang Menghadang Rencana Merger Dunamu dengan Naver

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
09 Okt 2025
124 dibaca
2 menit
5 Hambatan Hukum Berat yang Menghadang Rencana Merger Dunamu dengan Naver

AI summary

Merger antara Dunamu dan Naver dapat menciptakan perusahaan besar di sektor kripto dan teknologi.
Ada berbagai kendala hukum dan ketidakpastian kebijakan yang harus diatasi sebelum merger dapat terlaksana.
Penerbitan stablecoin di Korea Selatan masih diperdebatkan, dengan Bank of Korea menginginkan kontrol yang lebih besar.
Dunamu adalah operator terbesar di pasar kripto Korea Selatan dengan pangsa pasar mencapai 72% melalui platformnya, Upbit. Perusahaan ini ingin merger dengan Naver, raksasa teknologi yang dikenal sebagai 'Google' dari Korea Selatan, untuk menggabungkan kemampuan mereka di sektor teknologi dan keuangan digital.Namun, ada lima kendala hukum utama yang menghambat proses merger ini. Salah satunya adalah peraturan yang melarang perusahaan keuangan tradisional melakukan bisnis terkait kripto, termasuk Naver Financial yang diklasifikasikan sebagai penyedia layanan keuangan elektronik.Selain itu, terdapat ketidaksepakatan di antara regulator dan politisi tentang siapa yang boleh menerbitkan stablecoin yang dipatok pada won Korea (KRW). Bank of Korea ingin pembatasan hanya untuk bank dan konsorsium bank, sementara sebagian politisi ingin fintech dan perusahaan IT juga diperbolehkan.Aturan lain yang menjadi batu sandungan adalah larangan pertukaran aset virtual, seperti Upbit, untuk mencantumkan koin yang diterbitkan oleh perusahaan induk atau afiliasinya. Ini mengurangi potensi pengaruh merger tersebut jika stablecoin yang diterbitkan tidak bisa diperdagangkan di Upbit.Terakhir, perubahan aturan perlindungan pemegang saham minoritas membuat merger harus memberikan nilai wajar bagi mereka, dan juga soal pengalihan hak manajemen yang tidak mudah dilakukan melalui transaksi saham biasa. Pasangan merger ini harus bekerja keras untuk mengatasi masalah tersebut agar dapat berhasil.

Experts Analysis

Tim Alper
Hambatan hukum terbesar berasal dari regulasi yang ambigu dan konservatisme bank sentral Korea Selatan terkait stablecoin, yang seharusnya dilihat sebagai peluang untuk modernisasi sistem pembayaran domestik.
Editorial Note
Merger antara Dunamu dan Naver adalah strategi besar yang jika berhasil bisa mengubah lanskap industri teknologi dan keuangan digital di Asia Timur secara dramatis. Namun, tumpang tindih regulasi dan perlakuan hati-hati dari regulator memperlihatkan bahwa ekosistem kripto di Korea Selatan masih memerlukan kepastian hukum dan kerangka kerja yang lebih jelas agar inovasi dan investasi dapat tumbuh optimal.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.