Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Tertekan Penguatan Dolar, Emas Cetak Rekor Harga Baru di Atas Rp 66.80 juta ($4,000)

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
08 Okt 2025
100 dibaca
2 menit
Bitcoin Tertekan Penguatan Dolar, Emas Cetak Rekor Harga Baru di Atas Rp 66.80 juta ($4,000)

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin mengalami penurunan harga akibat penguatan dolar AS.
Harga emas mencapai rekor tertinggi karena inflow yang signifikan ke ETF emas.
Permintaan terhadap emas meningkat sebagai langkah diversifikasi oleh bank sentral.
Harga Bitcoin turun sebesar 2,4% menjadi 121.340 dolar Amerika Serikat setelah gagal menembus level resistance penting di atas 126.000 dolar. Penurunan ini terjadi saat indeks dolar AS naik ke level tertinggi sejak awal Agustus, yang biasanya memberikan tekanan pada aset yang dinilai dalam dolar seperti Bitcoin. Indeks dolar AS yang naik ke angka 98,90 telah membuat nilai Bitcoin semakin tertekan karena dolar yang lebih kuat biasanya membuat aset seperti Bitcoin dan emas menjadi kurang menarik dalam denominasi USD. Analis memperkirakan harga Bitcoin masih memiliki ruang turun ke sekitar 118.000 dolar jika tekanan berlanjut. Sementara Bitcoin mengalami kenaikan terbatas, emas justru mencetak harga tertinggi sepanjang sejarahnya dengan mencapai lebih dari 4.000 dolar per ons. Lonjakan harga emas ini didukung oleh peningkatan aliran dana ke dalam ETF emas, yang mencapai level tertinggi sejak September 2022 menurut analis dari ING. Permintaan terhadap emas semakin kuat karena beberapa faktor seperti kebijakan perdagangan yang agresif dari Presiden Donald Trump, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Ukraina. Banyak investor dan bank sentral membeli emas sebagai cara untuk mendiversifikasi risiko mereka dari dolar AS yang tidak stabil. Tidak hanya emas fisik, token emas digital seperti PAXG dan Tether Gold juga mengalami kenaikan harga di atas 4.000 dolar, dengan total nilai pasar gabungan lebih dari 3 miliar dolar. Hal ini menunjukkan minat yang meningkat tidak hanya pada emas fisik tetapi juga instrumen digital berbasis emas.

Analisis Ahli

analysts ING
Investors are adding gold ETFs at a rapid pace, and the total gold ETF holdings are still below the peak seen in 2020; further inflows could push prices higher.