Bitcoin Turun ke Rp 2.00 triliun ($120,000 M) eski Ada Peluang Melonjak Lagi hingga Rp 2.34 miliar ($140,000)
Finansial
Mata Uang Kripto
08 Okt 2025
142 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin mengalami penurunan harga setelah mencapai titik tertinggi baru.
ETF Bitcoin mencatatkan inflow yang signifikan, meskipun ada outflow setelahnya.
Volatilitas harga Bitcoin terus ada, dengan prediksi harga yang bervariasi di bulan Oktober.
Bitcoin baru-baru ini mengalami penurunan harga hingga sekitar Rp 2.02 miliar ($121,000) setelah mencapai puncak Rp 2.10 miliar ($126,000) . Penurunan ini menandai pendinginan setelah kenaikan yang terjadi sejak akhir September. Meskipun demikian, tetap ada antusiasme kuat dari investor dengan dana ETF Bitcoin yang mencatat banyak masuk dana.
Pada tanggal 6 Oktober, dana ETF Bitcoin, terutama yang dikelola BlackRock, mencatat inflow hingga Rp 16.15 triliun ($967 juta) , namun keesokan harinya terjadi outflow sebesar hampir Rp 400.80 miliar ($24 juta) . Pergerakan dana ini menunjukkan dinamika investor yang aktif dalam mengelola portofolio mereka di pasar kripto.
Ahli ekonomi Timothy Peterson memprediksi secara statistik ada kemungkinan 50% harga Bitcoin bisa melampaui Rp 2.34 miliar ($140,000) sebelum akhir Oktober berdasarkan simulasi harga selama sepuluh tahun terakhir. Tapi, dia juga memperingatkan adanya risiko penurunan harga yang cukup besar, mencerminkan volatilitas pasar yang tinggi.
Sementara itu, investor juga semakin melirik emas sebagai aset safe-haven yang kuat. Harga emas spot telah melewati angka Rp 66.80 juta ($4,000) per ons dan berpotensi terus naik. Kenaikan harga emas ini didorong oleh kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa aktivitas jual di bursa berkurang, yang berarti banyak Bitcoin dipindahkan ke dompet pribadi atau digunakan dalam aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Pola ini biasanya mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah kenaikan harga dalam jangka menengah.
Analisis Ahli
Timothy Peterson
Model simulasi berdasarkan data historis menunjukkan ada peluang besar Bitcoin melampaui target $140,000 sebelum akhir Oktober, tapi volatilitas tetap tinggi dengan kemungkinan penutupan di bawah $136,000.