AI summary
Uber memiliki posisi lebih baik untuk memanfaatkan peluang kendaraan otonom dibandingkan Tesla. Kemitraan Uber dengan berbagai perusahaan teknologi memperkuat posisinya di pasar kendaraan otonom. Biaya pengemudi yang tinggi saat ini menjadi tantangan bagi Uber, namun kendaraan otonom dapat mengubah ekonomi unit perusahaan. Ark Investment Management yang dipimpin oleh Cathie Wood memperkirakan bahwa mobil swakemudi akan mengubah industri ride-hailing menjadi peluang bernilai 10 triliun dolar di masa depan. Tesla sudah mengembangkan robotaxi bernama Cybercab yang diperkirakan mulai diproduksi massal tahun depan, tetapi mereka menghadapi tantangan dalam mendirikan jaringan layanan otonom yang luas dan mendapatkan persetujuan regulasi.Sementara itu, Uber Technologies memiliki jaringan ride-hailing terbesar di dunia dengan 180 juta pengguna aktif setiap bulan. Uber sudah menyusun infrastruktur dan pengalaman selama 15 tahun untuk menjalankan operasi dengan efisien, terutama dalam menyeimbangkan jumlah kendaraan dan permintaan pengguna agar profitabilitas dapat maksimal.Uber juga bermitra dengan lebih dari 20 perusahaan pengembang teknologi otonom, termasuk Waymo dari Alphabet dan Baidu dari Tiongkok, yang sudah menjalankan ribuan perjalanan otonom berbayar setiap hari di berbagai kota di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Timur Tengah. Kemitraan ini memperkuat posisi Uber dalam ekosistem kendaraan swakemudi global.Dari sisi biaya, Uber membayar 20,8 miliar dolar kepada 8,8 juta pengemudi manusia pada kuartal kedua 2025, yang merupakan komponen biaya terbesar dari total pendapatan yang dikumpulkan sebesar 46,7 miliar dolar. Dengan mengganti pengemudi manusia dengan kendaraan otonom, Uber dapat meningkatkan margin keuntungan secara drastis.Dilihat dari valuasi pasar, saham Uber saat ini dihargai jauh lebih murah dibanding Tesla. Uber tumbuh 16% dalam enam bulan pertama 2025, sementara Tesla mengalami penurunan pendapatan sebesar 12%. Karena itu, Uber menjadi pilihan investasi yang lebih menarik bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari revolusi kendaraan swakemudi.
Uber sudah memiliki infrastruktur dan pengalaman operasional yang sangat matang sehingga siap mengintegrasikan kendaraan otonom dan memperkuat profitabilitasnya secara signifikan. Tesla terlalu fokus pada teknologi kendaraan tanpa jaringan layanan yang kuat, yang membuatnya berisiko tertinggal dalam komersialisasi layanan robotaxi.