Pentagon Segera Pilih Kontraktor Kunci untuk Pesawat Siluman Generasi Keenam Angkatan Laut AS
Bisnis
Manajemen dan Strategi Bisnis
08 Okt 2025
73 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Pengembangan F/A-XX merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan militer dari China.
Boeing dan Northrop Grumman bersaing ketat dalam meraih kontrak untuk pesawat tempur generasi keenam ini.
Keterlambatan dalam program ini dapat berdampak pada kemampuan tempur Angkatan Laut AS di masa depan.
Pentagon telah lama mengalami penundaan dalam pemilihan kontraktor untuk program pengembangan pesawat tempur siluman generasi keenam Angkatan Laut Amerika Serikat, yang dikenal sebagai F/A-XX. Pesawat ini akan menggantikan F/A-18E/F Super Hornet yang sudah lama menjadi andalan sejak tahun 1990-an. Dua perusahaan utama yang bersaing adalah Boeing dan Northrop Grumman.
F/A-XX merupakan bagian dari program Next Generation Air Dominance (NGAD) dan akan memiliki kemampuan siluman yang canggih, jangkauan operasional yang lebih panjang, serta kemampuan untuk beroperasi bersama dengan pesawat tak berawak dan sistem pertahanan udara generasi berikutnya. Pesawat ini sangat krusial untuk operasi kelompok serang kapal induk di kawasan Indo-Pasifik, tempat persaingan militer antara AS dan China semakin meningkat.
Program ini sempat menghadapi berbagai kendala, mulai dari perselisihan pendanaan antara Pentagon dan Kongres, hingga kekhawatiran soal kapasitas teknik kedua perusahaan kontraktor utama. Pada akhirnya, Kongres menambah dana sebesar 750 juta dolar pada musim panas ini serta tambahan 1,4 miliar dolar untuk anggaran tahun fiskal 2026 guna mempercepat pengembangan pesawat ini.
Salah satu keunggulan F/A-XX dibandingkan pesawat tempur saat ini adalah jangkauan operasinya yang 25 persen lebih jauh dari pesawat F-35C yang saat ini beroperasi. Dengan jangkauan di atas 1.700 mil, pesawat ini akan sangat meningkatkan kemampuan tempur dan mobilitas Angkatan Laut AS.
Keputusan pemilihan kontraktor ini sangat penting karena akan menentukan masa depan kekuatan udara kapal induk AS dalam beberapa dekade mendatang. Jika terlambat, Angkatan Laut kemungkinan akan bergantung pada teknologi lama yang rentan terhadap sistem pertahanan China yang terus diperkuat. Keberhasilan program ini akan memastikan AS bisa tetap menjaga keunggulan strategis dan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik.
Analisis Ahli
Roman Schweizer
Pengembangan pesawat tempur generasi keenam seperti F/A-XX sangat penting untuk mengikuti ambisi China yang cepat dalam prototipe dan penggelaran pesawat tempur generasi lima dan enam.

