Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Jatuh Setelah Rekor Baru, Lebih dari Rp 11.12 triliun ($666 Juta) Likuidasi Terjadi

Finansial
Mata Uang Kripto
YahooFinance YahooFinance
08 Okt 2025
244 dibaca
2 menit
Bitcoin Jatuh Setelah Rekor Baru, Lebih dari Rp 11.12 triliun ($666 Juta)  Likuidasi Terjadi

Rangkuman 15 Detik

Bitcoin mengalami penurunan harga yang signifikan setelah mencapai rekor tertinggi.
Lebih dari $666 juta dalam perdagangan terleveraged dilikuidasi dalam 24 jam.
Meskipun ada penurunan, pasar kripto tetap dalam posisi bullish untuk bulan Oktober.
Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 2.11 juta ($126.500) pada awal Oktober, didorong oleh investasi besar pada ETF Bitcoin di Amerika Serikat dan kondisi makroekonomi yang mendukung pasar aset berisiko. Namun, dalam 24 jam berikutnya, harga Bitcoin turun tajam hingga ke level Rp 2.02 juta ($121.000) , menimbulkan koreksi yang cukup besar di pasar kripto. Penurunan mendadak ini menyebabkan lebih dari Rp 11.12 triliun ($666 juta) posisi leverage terlikuidasi dalam waktu satu hari, dengan sebagian besar kerugian dialami oleh para trader yang memegang posisi long atau beli. Platform Binance menjadi tempat paling banyak likuidasi dengan porsi 45%, diikuti oleh Bybit dan OKX. Selain harga Bitcoin yang tertekan, posisi leverage Ethereum juga mengalami kerugian berat, dengan total likuidasi senilai Rp 3.02 triliun ($181 juta) . Permasalahan utama yang menyebabkan koreksi ini adalah leverage berlebihan di pasar, buku order yang tipis, serta tekanan makroekonomi seperti kekhawatiran akan penutupan pemerintah AS dan perubahan likuiditas global. Meski begitu, pasar kripto secara keseluruhan masih menunjukkan sentimen positif, didukung oleh rekornya dana yang mengalir ke produk investasi Bitcoin dan kondisi ekonomi yang relatif longgar dari sisi suku bunga dan likuiditas global. Turunnya saldo Bitcoin di bursa juga menunjukkan adanya kekurangan pasokan yang berpotensi mendorong harga naik di kemudian hari. Para analis melihat koreksi ini sebagai bentuk koreksi alami yang diperlukan untuk membuang posisi yang terlalu berisiko, sehingga Bitcoin bisa lebih stabil dan siap melanjutkan kenaikan harga. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas Rp 2.00 juta ($120.000) , maka Oktober bisa menjadi bulan di mana momentum positif baru bagi pasar kripto mulai terbentuk kembali.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos
Likuidasi besar ini mencerminkan risiko inheren pada penggunaan leverage berlebihan di pasar kripto yang sangat volatil dan masih muda.
PlanB (Analis Bitcoin)
Penurunan harga sesaat ini adalah bagian dari siklus alami pasar dan tidak menghilangkan tren bullish jangka panjang dari Bitcoin yang didukung oleh faktor fundamental kuat.