Longi Luncurkan Sel Surya Tandem Perovskit-Silikon Efisiensi 34,58%
Sains
Iklim dan Lingkungan
11 Jul 2025
186 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Longi telah mencapai efisiensi konversi daya 34,58% untuk sel surya tandem perovskite-silicon.
Material HTL201 dengan desain asimetris membantu mengurangi rekombinasi non-radiatif dan meningkatkan efisiensi sel.
Kolaborasi antara Longi dan Universitas Soochow menunjukkan pentingnya inovasi dalam pengembangan teknologi energi terbarukan.
Perusahaan asal Tiongkok, Longi, berhasil membuat terobosan dalam teknologi sel surya dengan menciptakan sel tandem perovskit-silikon yang efisien hingga 34,58%. Inovasi ini fokus pada penggunaan bahan baru bernama HTL201 sebagai lapisan hole-selective untuk menyempurnakan kinerja sel.
Lapisan HTL201 dirancang secara asimetris untuk mengatasi masalah ketebalan dan orientasi lapisan monolayer yang dirakit sendiri (SAM) pada permukaan silikon bertekstur. Hal ini membantu meningkatkan keseragaman dan cakupan lapisan serta menyelaraskan energi antar muka dengan lebih baik.
Dengan pengurangan rekombinasi non-radiasi di area tersembunyi antara HTL201 dan lapisan perovskit, sel ini mampu mencapai tegangan terbuka hampir 2 Volt, yang merupakan nilai tinggi untuk jenis sel tandem tersebut dan berkontribusi pada efisiensi keseluruhan yang tinggi.
Sel tandem yang diuji memiliki ukuran 1 cm² dan menunjukkan parameter listrik seperti kerapatan arus hubung singkat sebesar 20,64 mA/cm² dan faktor pengisian mencapai 83,79%. Lapisan atas sel memakai bahan seperti perak, litium fluorida, dan molekul C60, sementara lapisan bawah adalah sel silikon heterojunction bertekstur ganda.
Pengembangan ini dilakukan oleh Longi bekerja sama dengan Universitas Soochow dan menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan membangun ekosistem sel tandem perovskit-silikon di Tiongkok, mendekati rekor dunia efisiensi yang dipegang Longi.
Analisis Ahli
Henry Snaith
Penggunaan self-assembled monolayers seperti HTL201 sangat menjanjikan untuk meningkatkan efisiensi serta stabilitas perovskit dalam tandem sel. Pendekatan asimetris ini menunjukkan pergeseran paradigma dalam rekayasa material yang dapat mengatasi masalah interfase secara signifikan.

