Heidi Health: AI yang Membantu Dokter Kurangi Beban Administrasi Medis
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
06 Okt 2025
132 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Heidi Health menggunakan teknologi AI untuk mengurangi beban administratif pada dokter.
Pendanaan yang diterima oleh Heidi Health akan digunakan untuk pengembangan produk lebih lanjut.
Perusahaan ini berambisi untuk meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan global melalui teknologi.
Dr. Tom Kelly, seorang ahli bedah trauma, melihat banyak dokter terjebak dalam pekerjaan administratif yang menghabiskan waktu mereka. Untuk itu, dia bersama rekannya, Waleed Mussa, mendirikan Heidi Health pada tahun 2021 dengan tujuan menciptakan AI yang bisa menjadi partner bagi dokter, membantu mereka menangani tugas administratif sehingga dapat fokus pada pasien.
Dalam waktu 18 bulan, Heidi Health berhasil menghemat lebih dari 18 juta jam waktu tenaga medis dari lebih 70 juta kunjungan pasien di 116 negara. Produk utama mereka adalah AI medical scribe yang mampu menyalin catatan, membuat ringkasan pasien, serta mengatur tugas-tugas agar dokter tidak perlu menggunakan catatan tempel.
Heidi menggunakan pendekatan model AI yang agnostik, memanfaatkan model sendiri dan model lain seperti Gemini supaya hasilnya lebih akurat dan efisien. Pada Januari 2024, perusahaan mengumumkan pendanaan Seri B sebesar 65 juta dolar AS, dipimpin oleh Point72 milik Steve Cohen, serta meluncurkan fitur baru berupa AI agent yang dapat menelepon pasien menggantikan dokter.
Dengan dukungan dana total sebesar 96,6 juta dolar AS termasuk dari berbagai investor seperti Goodwater Capital dan Blackbird VC, Heidi Health kini melayani lebih dari 2 juta dokter setiap minggunya. Produk gratis dengan fitur berbayar menjadi strategi menarik untuk memperluas cakupan pengguna di berbagai jenis layanan kesehatan.
Dr. Kelly berharap AI ini bisa memperluas kapasitas layanan medis dunia, bukan hanya di negara maju, tapi juga di daerah terpencil, zona perang, atau kamp pengungsi. Meskipun AI berkembang pesat, aspek kemanusiaan tetap sangat penting dalam membangun kepercayaan antara dokter dan pasien.
Analisis Ahli
Dr. Simon Kos
AI yang benar-benar memperhatikan kebutuhan klinis dan kemudahan penggunaan akan merevolusi praktik medis, khususnya dalam dunia yang semakin digitalkan ini.