Bitcoin Raih Rekor Baru di Atas Rp 2.09 juta ($125.000) dengan Dukungan Arus ETF Spot
Finansial
Mata Uang Kripto
06 Okt 2025
116 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Bitcoin mencapai harga tertinggi baru di $125,700, didorong oleh inflow ETF yang signifikan.
Data on-chain menunjukkan penurunan pasokan Bitcoin yang tersedia, yang dapat mendukung tren bullish.
Prediksi jangka pendek menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin mengalami konsolidasi sebelum melanjutkan kenaikan.
Bitcoin baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru sebesar sekitar Rp 2.10 juta ($125.700) sebelum turun ke kisaran Rp 2.05 juta ($123.000) . Kenaikan ini menandai delapan hari berturut-turut Bitcoin mengalami penguatan harga yang luar biasa. Salah satu faktor utama pendorong kenaikan ini adalah arus masuk dana melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang terlihat sangat besar.
Data dari CoinGlass menunjukkan investasi bersih ETF spot Bitcoin telah mencapai hampir satu miliar dolar AS, memecahkan rekor kedua terbesar sejak peluncuran produk tersebut pada awal tahun. Ini menunjukkan bahwa minat investor institusi terhadap Bitcoin semakin kuat, meskipun ada kondisi makro ekonomi yang penuh ketidakpastian, termasuk kekhawatiran terhadap potensi shutdown pemerintah AS.
Selain itu, jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa terus menurun hingga level terendah dalam enam tahun terakhir, sekitar 2,83 juta koin. Hal ini berarti pasokan yang tersedia untuk dijual semakin terbatas, sehingga mendorong tekanan jual menjadi lebih kecil dan mendukung harga untuk terus naik. Beberapa analis percaya bahwa hal ini justru memperkuat narasi bullish di tengah pelemahan dolar AS.
Namun, para trader juga diingatkan tentang potensi volatilitas yang tinggi. Sebagian analis memperingatkan bahwa harga dapat memasuki zona konsolidasi atau koreksi dalam waktu dekat, terutama di sekitar level harga Rp 1.97 juta ($118.000) -Rp 2.07 juta ($124.000) yang sebelumnya pernah menjadi wilayah resistensi dan support. Pergerakan harga pada akhir pekan juga cenderung dipengaruhi oleh volume perdagangan yang lebih tipis sehingga kurang bisa dijadikan acuan jangka panjang.
Beberapa prediksi mengatakan Bitcoin bisa melanjutkan rally dengan target jangka pendek sekitar Rp 2.25 juta ($135.000) hingga Rp 2.34 juta ($140.000) , bahkan mencapai Rp 2.67 juta ($160.000) pada November nanti jika momentum bullish ini terus berlanjut. Selama level support kunci berhasil dipertahankan, tren naik masih akan berpeluang kuat untuk berlanjut di sisa tahun ini.
Analisis Ahli
CrypNuevo
Menyoroti EMA 50 periode pada grafik empat jam sekitar $118.000 sebagai support jangka pendek yang dapat menjadi zona pendinginan sebelum kenaikan berikutnya.Rekt Capital
Menekankan bahwa penolakan di level $124.000 adalah hal yang wajar dan level tersebut berperan sebagai resistensi penting yang pernah menyebabkan penurunan signifikan.Bitbull
Memprediksi harga Bitcoin dapat mencapai puncak antara $135.000-$140.000 dalam waktu dekat dan mungkin mencapai hingga $160.000 pada November.Daan Crypto
Melihat rebound dari Bull Market Support Band sebagai indikasi kekuatan tren bullish yang masih berlanjut.