Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

SWIFT Mulai Bangun Platform Blockchain Untuk Transaksi Stablecoin Dan Aset Token

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
News Publisher
05 Okt 2025
1391 dibaca
2 menit
SWIFT Mulai Bangun Platform Blockchain Untuk Transaksi Stablecoin Dan Aset Token

TLDR

SWIFT beradaptasi dengan membangun platform blockchain untuk transaksi stablecoin.
Koneksi global SWIFT dengan bank-bank dapat memberinya keunggulan di pasar blockchain.
Peran SWIFT dalam menegakkan sanksi dapat mempengaruhi kepercayaannya di pasar internasional.
SWIFT, jaringan komunikasi keuangan global yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, sedang bertransformasi untuk menghadapi era blockchain. Selama ini, SWIFT hanya mengirim pesan antara bank tanpa menangani transfer uang secara langsung. Namun dengan kemajuan teknologi blockchain, pesan dan transfer nilai kini bisa terjadi secara bersamaan di jaringan onchain. Oleh karena itu, SWIFT mengumumkan rencana membuat platform shared ledger untuk memungkinkan bank menyelesaikan transaksi stablecoin dan aset token lintas blockchain dengan lebih efisien.Tujuan utama SWIFT adalah untuk bertahan dan tetap relevan di tengah disrupsi yang dibawa oleh blockchain dan mata uang digital. Platform baru ini akan berfungsi sebagai 'switching layer' yang menghubungkan berbagai sistem keuangan, termasuk stablecoin dan tokenisasi aset yang selama ini terpisah. Lebih dari 30 institusi keuangan sudah bergabung dalam proyek ini, menandakan ketertarikan tinggi di kalangan bank dan lembaga keuangan untuk mengeksplorasi teknologi ini.Meskipun proyek ini menjanjikan, para ahli seperti Noelle Acheson mengingatkan bahwa SWIFT harus mengubah model bisnisnya secara signifikan, karena selama ini hanya pengirim pesan. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran soal netralitas SWIFT karena perannya dalam penegakan sanksi internasional yang menyebabkan beberapa bank dan negara kehilangan akses ke jaringan itu. Faktor ini dapat memicu kecurigaan dan menghambat adopsi platform blockchain baru milik SWIFT.Sementara itu, Barry O’Sullivan dari OpenPayd menilai bahwa dengan stabilnya regulasi dan berkembangnya permintaan, teknologi stablecoin akan diadopsi secara masif oleh bank-bank tradisional yang ingin tetap kompetitif. Platform SWIFT juga berpotensi menurunkan biaya teknis dan memudahkan integrasi stablecoin ke dalam operasi bank. Namun, struktur pasar diperkirakan akan tetap fragmentasi karena adanya stablecoin privat, mata uang digital bank sentral, dan solusi regional yang berjalan paralel.Secara keseluruhan, pengembangan platform blockchain oleh SWIFT dapat menjadi momen penting yang menandai keterhubungan yang semakin erat antara dunia keuangan tradisional dan teknologi kripto. Ini adalah langkah lambat namun pasti dari institusi besar yang ingin memastikan mereka tidak tertinggal di era baru keuangan digital.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.