Chainlink dan Swift Permudah Bank Menggunakan Blockchain Tanpa Ganti Sistem Lama
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
30 Sep 2025
66 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Chainlink dan Swift telah menciptakan solusi yang memungkinkan transaksi blockchain tanpa perlu upgrade infrastruktur.
UBS berhasil melakukan uji coba integrasi yang menunjukkan potensi pengelolaan dana ter-tokenisasi melalui pesan Swift.
Inisiatif ini membuka akses bagi lembaga keuangan global untuk menerapkan automasi on-chain dalam industri dana yang bernilai lebih dari $100 triliun.
Industri keuangan global menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sistem yang selama ini digunakan tanpa harus melakukan perubahan besar pada infrastrukturnya. Chainlink dan Swift berkolaborasi untuk memungkinkan bank menggunakan pesan finansial standar ISO 20022 untuk memicu transaksi blockchain secara langsung. Dengan cara ini, bank bisa mengelola aset digital dan tokenisasi dana tanpa harus mengganti sistem yang sudah ada.
UBS, salah satu bank terbesar, berhasil melakukan pilot proyek menggunakan solusi ini untuk mengelola dana tokenisasi hanya melalui pesan Swift. Pesan standar ini diterima oleh runtime environment Chainlink yang kemudian mengaktifkan proses pembelian dan penjualan token melalui agen digital Chainlink. Proses ini mempermudah bank untuk berinteraksi dengan teknologi blockchain tanpa perlu menggunakan alat baru untuk manajemen identitas atau kunci kriptografi.
Tujuan utama dari pengembangan ini adalah untuk menghilangkan hambatan dalam adopsi tokenisasi dana di industri yang bernilai lebih dari 100 triliun dolar AS. Solusi ini dapat mengurangi biaya, meningkatkan otomatisasi, serta memungkinkan kepatuhan regulasi yang penting bagi institusi besar. Dengan menggunakan infrastruktur yang sudah ada, bank dan perusahaan keuangan bisa mendapatkan keuntungan dari teknologi blockchain tanpa risiko besar.
Pengembangan ini melanjutkan kerja yang sebelumnya dilakukan bersama Monetary Authority of Singapore dan menambah kemampuan interoperabilitas, yakni kemampuan memicu kejadian onchain langsung dari pesan tradisional. Selain UBS, Chainlink juga bekerja dengan 24 bank besar dan perusahaan keuangan lain dalam proyek untuk menyederhanakan data corporate action menggunakan teknologi AI, yang diharapkan dapat menekan biaya industri secara signifikan.
Swift juga menjalankan pilot terpisah menggunakan Ethereum Layer 2 Linea untuk mencoba pesan dan penyelesaian transaksi langsung onchain, termasuk menggunakan token stablecoin sebagai alat penyelesaian antarbank. Inisiatif ini menunjukkan semakin besar kepercayaan bank besar terhadap teknologi blockchain dan stablecoin untuk mempercepat proses keuangan lintas batas dengan biaya rendah serta keamanan tinggi.
Analisis Ahli
Sergey Nazarov
Inovasi ini menunjukkan betapa smart contract dan standar teknis baru dapat merevolusi cara transfer agen dan lembaga lain mengelola alur kerja aset tokenisasi secara langsung onchain.