Penemuan Baru: Alien Mars Mungkin Tewas Karena Eksperimen Air NASA Viking
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
03 Okt 2025
222 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Misi Viking 1 mungkin telah secara tidak sengaja membunuh makhluk hidup di Mars.
Pencarian kehidupan di Mars sebaiknya difokuskan pada garam, bukan hanya air.
Pemahaman ekosistem Mars perlu ditingkatkan untuk misi pencarian kehidupan selanjutnya.
Pada 1970-an, NASA mengirimkan pesawat Viking 1 dan 2 untuk mencari tanda-tanda kehidupan di Mars. Mereka melakukan eksperimen dengan mencampur air, nutrien, dan sampel tanah Mars dengan asumsi kehidupan Mars mirip dengan Bumi dalam membutuhkan air.
Ahli astrobiologi Dirk Schulze-Makuch dari Technische Universität Berlin berpendapat bahwa eksperimen tersebut sebenarnya membunuh organisme Mars yang hidup dalam ekosistem sangat kering. Makhluk ini mungkin hidup bergantung pada garam yang menyerap kelembaban dari atmosfer Mars.
Karena Mars sangat kering, garam berperan penting menyediakan 'air' dalam bentuk kelembaban yang diserap, berbeda dengan cara hidup makhluk di Bumi. Eksperimen Viking memberi terlalu banyak air, sehingga organisme ini tidak mampu bertahan.
Dirk Schulze-Makuch menyarankan bahwa strategi pencarian kehidupan berikutnya harus berfokus pada mencari daerah dengan kandungan garam yang bisa menyediakan kelembaban sebagai tempat hidup bagi mikroba Mars. Contohnya ada di mikroba Padang Pasir Atacama, Chile yang juga hidup di lingkungan sangat kering.
Setelah hampir 50 tahun sejak misi Viking, kini saatnya mengulang pencarian kehidupan di Mars dengan pemahaman yang lebih baik soal ekosistem unik yang mungkin ada di planet merah.
Analisis Ahli
Dirk Schulze-Makuch
Jika pendekatan mencari kehidupan hanya fokus pada air, kita bisa kehilangan peluang menemukan organisme yang beradaptasi dengan cara unik seperti menggunakan kelembaban melalui garam. Perlu pendekatan baru untuk eksplorasi Mars yang lebih bertanggung jawab dan efektif.
