Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Rahasia Gaji Rp4.500 CEO Telegram dan Strategi Bisnis Tanpa Iklan

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
02 Okt 2025
260 dibaca
2 menit
Rahasia Gaji Rp4.500 CEO Telegram dan Strategi Bisnis Tanpa Iklan

Rangkuman 15 Detik

Pavel Durov menetapkan gaji yang sangat rendah untuk menunjukkan prinsipnya dalam bisnis.
Telegram berfokus pada inovasi dan kebebasan berpendapat tanpa menyisipkan iklan.
Layanan berlangganan Telegram menawarkan lebih dari 50 fitur tambahan untuk pelanggan.
Pavel Durov, CEO Telegram yang dikenal dengan prinsip uniknya, ternyata hanya mengambil gaji sebesar 1 Dirham atau sekitar Rp4.500 per bulan, meski perusahaannya meraih pendapatan besar. Telegram kini digunakan oleh lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia hingga Maret 2025, menjadikannya aplikasi pesan singkat yang sangat populer. Telegram mencatat laba bersih untuk pertama kalinya setelah 11 tahun beroperasi, dengan pendapatan tahun 2024 yang diperkirakan melewati Rp 16.70 triliun (US$1 miliar) atau sekitar Rp16,6 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh sumber pendapatan utama yang berasal dari layanan langganan berbayar premium Telegram, yang telah memiliki lebih dari 15 juta pelanggan aktif. Pavel Durov adalah pemilik tunggal Telegram dan sangat menjaga prinsip tanpa iklan serta kebebasan berpendapat. Ia menolak segala bentuk penyensoran, bahkan jika diperintahkan oleh negara, dan tidak membolehkan penyisipan iklan di aplikasinya untuk menjaga pengalaman pengguna tetap aman dan nyaman. Model bisnis Telegram berfokus pada inovasi fitur layanan berbayar dengan paket premium yang menawarkan lebih dari 50 fitur tambahan, sehingga pengguna berminat membayar biaya langganan sekitar Rp 66.80 ribu (US$4) -5 per bulan. Strategi ini bertujuan menjaga keseimbangan antara menghasilkan keuntungan tanpa mengorbankan nilai-nilai perusahaan. Meski menguntungkan, Durov mengaku lebih banyak mengeluarkan modal pribadi untuk menjaga perusahaan tetap berjalan sesuai dengan prinsipnya, tanpa menjual saham atau mengorbankan kontrol. Telegram tetap menyediakan layanan gratis untuk pengguna biasa dan tetap fungsional tanpa berbayar.

Analisis Ahli

Andreas Antonopoulos
Prinsip Durov menunjukkan bagaimana model bisnis berkelanjutan yang menghargai privasi dan kebebasan bisa menjadi alternatif kuat di era digital yang penuh pengawasan.
Shoshana Zuboff
Langkah Durov menolak iklan di Telegram sangat penting dalam konteks ekonomi perhatian yang sering mengorbankan pengalaman pengguna demi keuntungan.