Friend.com: Gelang AI yang Mengguncang Persahabatan di Dunia Modern
Teknologi
Gadgets dan Wearable
02 Okt 2025
58 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Friend.com mencoba mendorong perdebatan tentang hubungan manusia dengan teknologi AI.
Kampanye iklan yang agresif dapat memicu reaksi beragam dari publik, termasuk kritik dan vandalisme.
Produk ini menunjukkan tantangan dalam menggabungkan teknologi dengan kebutuhan emosional manusia.
Friend.com adalah startup yang membuat gelang AI kecil yang selalu aktif mendengarkan dan merespons penggunanya lewat kecerdasan buatan. Iklan besar mereka memenuhi subway di New York dan bus-bus di Los Angeles, menarik banyak perhatian dan kontroversi.
Produk ini menghubungkan pengguna dengan Google Gemini AI untuk membantu menyediakan pengalaman 'teman digital' yang menyimpan memori melalui grafik visual. Meski laku sekitar 3.000 unit, penjualan belum menguntungkan dengan banyak dana yang sudah habis untuk iklan dan produksi.
Pendiri Avi Schiffmann sengaja mendesain iklan dengan ruang kosong agar mendapat coretan dan vandalisme sebagai bagian dari seni dan strategi pemasaran. Tujuan utamanya bukan sekedar jual produk, tapi memicu perdebatan budaya tentang arti persahabatan di era AI.
Namun, produk ini juga menuai kritik keras, terutama dari ahli yang membandingkannya dengan kalung radium berbahaya yang dulu populer tapi akhirnya menimbulkan masalah kesehatan besar. Persyaratan layanan yang ketat terkait data biometrik juga menimbulkan kekhawatiran soal privasi dan keamanan pengguna.
Meskipun masih banyak kendala teknis dan masalah hukum, Friend.com terus berusaha menarik minat dan investasi, dengan visi jangka panjang membangun hubungan emosional digital, menandai pergeseran tren dari alat produktivitas ke produk hubungan digital.
Analisis Ahli
Suresh Venkatasubramanian
Memberi peringatan serius terhadap risiko kesehatan dan sosial seperti efek kalung radium pada abad lalu, menekankan pentingnya bukti keamanan sebelum produk AI seperti Friend dipasarkan secara luas.