Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Friend.com: AI Wearable yang Bikin Heboh dan Kontroversi di Subway New York

Teknologi
Gadgets dan Wearable
YahooFinance YahooFinance
02 Okt 2025
244 dibaca
2 menit
Friend.com: AI Wearable yang Bikin Heboh dan Kontroversi di Subway New York

Rangkuman 15 Detik

Friend.com adalah inovasi dalam hubungan digital yang menggunakan AI untuk meniru persahabatan.
Kampanye iklan yang ambisius dapat memicu diskusi dan protes publik, menunjukkan dampak sosial dari teknologi.
Pentingnya memahami implikasi hukum dan etika dari penggunaan data pribadi dalam produk berbasis AI.
Friend.com adalah sebuah perangkat wearable AI baru yang dipasarkan dengan kampanye iklan besar-besaran di New York City dan Los Angeles. Kalung pintar ini bisa berinteraksi dengan pemakainya melalui AI yang selalu aktif, memberikan kesan seperti teman dekat yang selalu ada. Pendirinya, Avi Schiffmann, mengeluarkan biaya besar untuk iklan meskipun penjualan dan keuntungan produk masih terbatas. Perangkat ini menggunakan teknologi AI dari Google Gemini untuk menyimpan kenangan dan merespons pengguna melalui mikrofon dan chip Bluetooth. Namun, ada kekhawatiran soal klausul dalam persyaratan penggunaan yang meminta pengguna melepas hak-hak legal mereka dan memberikan izin besar kepada perusahaan untuk mengumpulkan data biometrik secara pasif. Iklan Friend.com yang menutupi stasiun-stasiun subway membuat banyak orang berbicara, tak hanya karena produknya tetapi juga karena grafiti yang mengkritik AI dan kekhawatiran privasi. Namun, sang pendiri malah melihatnya sebagai seni dan bukti kesuksesan kampanye pemasaran yang berhasil memicu momen budaya terkait hubungan manusia dan AI. Kritikus mempertanyakan keberlanjutan teknologi ini. Seorang profesor dari Brown University menyamakan fenomena Friend.com dengan tren perigatan produk seperti kalung radium yang dulu dianggap bermanfaat tapi akhirnya sangat berbahaya. Isu keamanan dan manfaat jangka panjang perangkat ini masih belum jelas dan mengundang skeptisisme. Meski Friend.com menghadapi berbagai tantangan teknis, kritik, dan risiko hukum, pendirinya tetap percaya pada visi emosional AI sebagai teman masa depan. Ambisinya dianggap besar dan berani, namun masih harus terus diuji apakah perangkat ini benar-benar bisa mengubah cara manusia berinteraksi dan membangun persahabatan dalam era digital.

Analisis Ahli

Suresh Venkatasubramanian
Friend.com mengulangi kesalahan sejarah dengan mengeluarkan produk yang memicu kegembiraan tanpa bukti keamanan yang memadai, menyerupai fenomena radium necklace yang akhirnya berakibat fatal.