Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Parasut Kirigami: Solusi Murah Dan Stabil Untuk Pengiriman Darurat Dan Luar Angkasa

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
02 Okt 2025
1478 dibaca
2 menit
Parasut Kirigami: Solusi Murah Dan Stabil Untuk Pengiriman Darurat Dan Luar Angkasa

TLDR

Parasut berbasis kirigami menawarkan desain yang sederhana dan biaya rendah.
Keunikan bentuk bel terbalik memberikan stabilitas dan lintasan yang dapat diprediksi.
Parasut ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam bantuan kemanusiaan dan eksplorasi luar angkasa.
Para insinyur dari Polytechnique Montréal menciptakan parasut baru menggunakan seni kirigami dari Jepang. Mereka memotong lembar plastik dengan pola khusus sehingga saat jatuh bebas, lembar ini berubah bentuk menjadi lonceng terbalik yang sangat stabil. Parasut ini hanya menggunakan satu tali gantung, berbeda dengan parasut tradisional yang banyak tali.Hal ini membuat parasut lebih mudah digunakan, cepat mengembang, dan tidak mudah kusut. Stabilitas parasut ini tinggi karena aliran udara yang masuk melalui banyak celah kecil menjaga parasut tetap stabil dan mencegah goyangan saat terjun. Ini membuat jalur turun parasut menjadi lurus dan dapat diprediksi dengan baik.Tim peneliti menguji prototipe mereka lewat simulasi, terowongan angin, dan percobaan lapangan menggunakan drone. Hasilnya parasut ini masih stabil walau kondisi lingkungan berubah-ubah. Keunggulan ini sangat penting untuk pengiriman bantuan kemanusiaan di daerah sulit dijangkau agar barang sampai tepat sasaran tanpa risiko terseret angin.Desain parasut kirigami juga skalabel, artinya bisa diperbesar untuk membawa beban yang lebih berat tanpa kehilangan sifat stabilnya. Ini membuka kemungkinan aplikasi untuk pengiriman barang berat, pengiriman paket, dan juga eksplorasi planet di luar angkasa yang membutuhkan presisi tinggi dalam pendaratannya.Tim peneliti sekarang ingin mengeksplorasi pola potongan baru agar parasut bisa memiliki gaya terjun yang berbeda, seperti meluncur atau bergerak spiral sebelum mendarat. Dengan fitur ini, mereka berharap parasut bisa disesuaikan untuk berbagai misi, bahkan memungkinkan penyortiran barang secara otomatis saat terbang.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.