Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Drone Mini Terinspirasi Biji Maple Tahan Terbang 26 Menit dengan Satu Rotor

Teknologi
Robotika
robotics (7mo ago) robotics (7mo ago)
08 Agt 2025
150 dibaca
1 menit
Drone Mini Terinspirasi Biji Maple Tahan Terbang 26 Menit dengan Satu Rotor

Rangkuman 15 Detik

Drone SG60 adalah inovasi yang menggabungkan desain alami dengan teknologi modern.
Penggunaan aerodinamika yang terinspirasi dari biji maple memungkinkan efisiensi penerbangan yang lebih baik.
Drone kecil dapat memiliki kemampuan terbang yang luar biasa dengan desain yang tepat, membuka peluang untuk berbagai aplikasi.
Para ilmuwan di Singapura telah mengembangkan drone kecil bernama SG60 yang terinspirasi dari biji maple. Drone ini menggunakan satu rotor dan dapat terbang selama hampir setengah jam, jauh lebih lama dibandingkan drone seukuran lainnya. Tim riset dipimpin oleh Foong Shaohui dari SUTD, yang sebelumnya menciptakan drone multi-rotor lebih besar yang lebih berat dan rumit. Mereka beralih ke desain sederhana yang meniru cara biji maple berputar saat jatuh untuk meningkatkan efisiensi. SG60 hanya berbobot 32 gram dan dapat terbang dengan kendali penuh secara otonom selama 26 menit menggunakan satu rotor saja. Desainnya memanfaatkan prinsip aerodinamika alami dari biji maple yang pasif namun stabil. Proses pengembangan dilakukan dengan mengoptimalkan bentuk sayap dan distribusi berat menggunakan algoritma data-driven. Drone ini memiliki rasio daya terhadap berat yang mengungguli drone mikro lain di kelasnya. Pengembangan selanjutnya akan fokus meningkatkan daya angkut dan durasi terbang dengan bahan dan desain sayap bio-inspirasi baru agar drone ini dapat diaplikasikan untuk misi jangka panjang seperti pemantauan cuaca.

Analisis Ahli

Foong Shaohui
Kami berhasil membuktikan bahwa desain aerodinamis dan sistem tingkat tinggi dapat mengatasi batasan ukuran pada drone kecil, menjadikan teknologinya sangat inovatif dan efektif.
Cai Xinyu
Dengan optimasi berbasis data dan pengujian ekstensif, drone ini menunjukkan bahwa durasi terbang bukan lagi hambatan utama bagi robot aerial miniatur.