AI summary
VisionSys AI berencana untuk membangun treasury cryptocurrency yang signifikan dengan fokus pada Solana. Perusahaan mengalami penurunan saham yang signifikan di pasar setelah pengumuman rencana treasury. Kemitraan dengan Marinade Finance diharapkan dapat membantu VisionSys AI dalam mencapai tujuan investasi mereka. VisionSys AI, perusahaan publik yang bergerak di bidang brain-machine dan kecerdasan buatan, mengalami penurunan harga saham hingga 40% dalam satu hari setelah mengumumkan rencana besar mereka untuk membangun treasury Solana senilai hingga 2 miliar dolar AS. Meski demikian, saham mereka tetap tumbuh lebih dari 200% sejak awal tahun.Untuk merealisasikan rencana ini, VisionSys menggunakan anak perusahaannya, Medintel Technology Inc, yang baru-baru ini menjalin kemitraan eksklusif dengan Marinade Finance, sebuah protokol DeFi di jaringan Solana yang fokus pada staking dan pengelolaan delegasi aset digital.Visi perusahaan adalah membeli dan melakukan staking Solana senilai 500 juta dolar AS dalam enam bulan pertama dan akhirnya mengumpulkan treasury sebesar 2 miliar dolar AS. Mereka percaya treasury ini akan meningkatkan likuiditas perusahaan dan memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.Namun, pengumuman tersebut tidak menjelaskan bagaimana VisionSys akan menggalang dana untuk membeli Solana dalam jumlah besar tersebut. Laporan keuangan terakhir menunjukkan kas yang relatif kecil, hanya sekitar 15 juta dolar AS, sehingga menimbulkan tanda tanya soal sumber pendanaan.Jika berhasil, VisionSys akan menjadi salah satu dari lima perusahaan publik dengan treasury Solana terbesar, bergabung dengan perusahaan seperti Forward Industries. Keputusan strategis ini juga berdampak pada kenaikan harga token MNDE dari Marinade Finance, menunjukkan antusiasme pasar di bidang DeFi dan blockchain.
Langkah VisionSys AI untuk mengadopsi strategi treasury berbasis Solana adalah inovatif dan berani, menunjukkan keberanian mereka memasuki batas baru antara AI dan blockchain. Namun, tanpa rencana pendanaan yang jelas, hal ini berpotensi menjadi beban keuangan dan menimbulkan skeptisisme pasar yang wajar.