Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Metrik ARR Tidak Lagi Cocok untuk Startup AI Modern

Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
startups (5mo ago) startups (5mo ago)
01 Okt 2025
68 dibaca
2 menit
Mengapa Metrik ARR Tidak Lagi Cocok untuk Startup AI Modern

Rangkuman 15 Detik

Akuntansi kreatif telah ada sejak lama, tetapi tidak selalu merupakan praktik yang baik.
Metrik seperti ARR perlu disesuaikan dengan realitas perusahaan AI saat ini.
Tekanan kompetitif dapat menyebabkan startup melakukan manipulasi dalam laporan pendapatan mereka.
Creative accounting atau pencatatan keuangan yang dimanipulasi sebenarnya bukan hal baru dan telah ada sejak zaman dahulu. Bahkan pada tahun 1494, seorang matematikawan bernama Luca Pacioli sudah menulis tentang bagaimana para pedagang Venesia sengaja membuat catatan keuangan mereka sulit dibaca. Hal ini menunjukkan bahwa praktik seperti ini adalah bagian dari sejarah panjang dalam dunia bisnis. Di era modern, metrik seperti Annual Recurring Revenue (ARR) menjadi sangat penting terutama di dunia startup dengan model Software-as-a-Service (SaaS). ARR dipandang sebagai cara yang baik untuk mengukur pendapatan yang dapat diprediksi dan stabil. Namun, dengan munculnya bisnis berbasis Artificial Intelligence (AI), cara penggunaan ARR mulai disalahgunakan dan tidak lagi relevan. Para pendiri perusahaan AI mulai menghitung kesepakatan sementara, kontrak satu kali, atau proyek pilot sebagai pendapatan berulang, padahal itu bukan pendapatan yang benar-benar stabil dan terus berulang. Beberapa investor modal ventura menganggap ini sebagai 'vibe revenue', yaitu pendapatan yang hanya terasa seperti pendapatan nyata tapi sebenarnya tidak demikian. Tekanan persaingan yang sangat ketat membuat banyak perusahaan AI merasa harus menunjukkan pertumbuhan luar biasa dengan cepat agar bisa menarik perhatian investor dan pasar. Contohnya perusahaan seperti Decagon, Cursor, dan Cognition yang berhasil menunjukkan pertumbuhan cepat, memicu perusahaan lain untuk mengikuti cara yang kurang tepat dalam melaporkan pendapatan. Kesimpulannya, meskipun creative accounting sudah lama ada, hal ini tetap berbahaya karena bisa merusak kepercayaan dan stabilitas sistem keuangan. Dengan perkembangan AI, metrik bisnis harus dikembangkan agar sesuai dengan cara kerja dan sifat bisnis AI, sehingga ekosistem startup lebih sehat dan transparan.

Analisis Ahli

Hans Tung
Perlu adanya pemahaman yang lebih mendalam terkait karakteristik unik AI sehingga investor dan startup harus beradaptasi dengan metrik yang relevan, bukan hanya mengikuti tren lama secara membabi buta.